Please download to get full document.

View again

of 4

AMM ATIKA PS

AMM ATIKA PS
0 views4 pages
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Documenttranscript
   Nama : Atika Permata Sari Nim : 4618061Jurusan : Sosiologi Agama / Semester 3Matkul : Agama Dan Masyarakat Multikultural INTOLERANSI BERAGAMA DI INDONESIA DARI TAHUN KE TAHUNData Intoleransi beragama di IndonesiaTahunIndeks 2014 27,9 %2015 32,3%2016 29,57%2017 35,47% Indonesia merupakan negara majemuk yaitu negara yang multi etnik,ras, agama dansuku yang menjadikan Indonesia kaya dan beragam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Namun hal ini dapat memicu keharmonisan dalam kehidupan serta ancaman ataukehancuran bagi bangsa Indonesia sendiri. Dapat kita lihat dari beberapa tahun terakhir inikeberagaman tersebut menjadi ancaman bagi bangsa seperti angka intoleransi beragama diIndonesia selalu mengalami angka peningkatan, hal tersebut dapat di timbulkan oleh beberapafactor.  Pertama kenyataan akhir-akhir ini keberagaman itu sendiri terkoyak oleh berbagaikepentingan dan munculnya sikap-sikap intoleransi dalam realitas kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga integritas bangsa yang harmonis menjadi terganggu dan denganketergangguan keharmonisan tersebut jelas merugikan kedaulatan dan kemajuan bangsa, bahkan seorang antropolog Indonesia mengeluarkan sebuah petisi bahwa bangsa yang dihunioleh 250 juta jiwa ini tengah mengalami darurat toleransi sehingga menunjukkan sebuah prediksi kecemasan tentang kehancuran bangsa ini untuk kedepan nya. (Hanani, 2017:202)Adapun menurut Wahid Institute sebab-sebab atau factor yang dapat memicu angkaintoleransi beragama ini selalu meningkat yaitu  pertama  dapat kita lihat dari peningkatanyang terjadi dari tahun 2014 ke tahun 2015, factor pemicu peningkatan nya adalah tidak adanya perubahan signifikan dalam peningkatan pola penanganan kasus-kasus pelanggaranKBB oleh pemerintah, meskipun telah terjadi perubahan kepemimpinan nasional.  Kedua dapat kita lihat pada peningkatan angka dari tahun 2015 ke tahun 2016 hal tersebut disebabakan oleh terjadinya beberapa kasus besar selama tahun 2016 seperti gafatar di kaltim, 1   pembakaran vihara hingga ujung pergantian tahun pemerintah pusat masih belum dapatmenuntaskan kasus-kasus sebelumnya.Bahkan pemicu lain dari meningkatnya angka intoleransi Beragama di Indonesia iniadalah Indonesia mengalami kebangkrutan toleransi (Hanani,2017:204). Dan dalam beragamaitu masih adanya terkontruksi berbagai kepentingan untuk mengekstensikan keberadaanidentitas dan keharmonisan atau sebaliknya, serta keberagaman tersebut terkontaminasidengan kepentingan superioritas atau skeptis yang mengecilkn makna-makna kehidupansosioal yang harmonis (Hanani, 2017:213). Bahkan naik nya angka intoleransi beragamatersebut juga dapat disebabkan oleh adanya sekat-sekat sosial yang terjadi sehinggamenimbulkan tertutupnya kran komunikasi dan tidak adanya media yang dapat membangunmasyarakat untuk berkomunikasi sehingga mereka hanya tahu tentang agama nya sendiri danhanya mementngkan agamanya saja.(Hanani, 2017:226). Faktor intoleransi beragama tersebut tidak hanya di sebabkan dari satu bidangkehidupan tetapi juga dari bidang politik, ekonomi, psikomagic dan budaya. Orangmelakukan kekerasan atas nama agama tersebut karena mereka memiliki alasan yang sangatlazim yaitu  pertama adanya pemikiran tentang kepentingan agama atau pemahaman agamayang berbeda seperti mengajarkan terorisme yang berasal dari kata jihad mereka menyalahkanarti kedua hal tersebut.  Kedua  adanya pemahaman ketidakadilan politik, ekonomi dan hukumyang berjalan dalam sebuah negara tidak dengan semestinya,seperti sekelompok partai berlaku tidak adil terhadap satu agama atau satu kelompok masyarakat.  Ketiga adanyaPendidikan yang menekankan terhadap kekerasan dalam beragama termasuk Pendidikan yangmenekan kan pada aspek indoktrinasi mereka juga beranggapan bahwa jihad adalah perperangan atau kekerasan.  Keempat adanya radikalisme teorisme dalam penegakan hukumsehingga sering disebut sebagai ketidakadilan hukum, penegakkan hukum tersebut tidak  berjalan dengan maksimum hukum tersebut berlaku tidak adil terhadap sekelompok masyarakat atau segolong agama(Qodir, 2016: 432-433).Intoleransi beragama ini menjadi permasalahan yang ekstrem bagi bangsa Indonesiakarena mengatas namakan agama tersebut memunculkan kasus-kasus besar serta tindakankekerasan hal tersebut dapat disebabkan  pertama  oleh pemahaman agama yang terlaludangkal, parsial, radikal, dan tidak mendalam.  Kedua disebabkan oleh Pendidikan yang jugadinilai menjadi salah satu sumber penyebab masalah intoleransi keagaman dan keberagaman,di Indonesia Pendidikan baru mengajarkan tentang ilmu pengetahuan atau hanya teorinya saja 2  tidak real terjun kelapangan sehingga hal tersebut menjadi salah satu penyumbangan masalahlahirnya sikap intoleransi keagamaan di Indonesia.  Keempat sumber masalah terjadinyaintoleransi beragama di Indonesia disebabkan oleh karena kian menipisnya rasakebangsaan,kebhinekaan,dan rendahnya rasa nasionalisme bahkan adapun perkiraan dariterjadinya intoleransi beragama ini adalah sebagai akibat dari resolusi pemerintah yang bernuansa politis di bandingkan pendekatan hukum yang adil, tidak hanya itu kentalnyanuansa politis baik yang terkait di pilkada maupun pemanfaatan agama untuk kepentingan politik sesaat.Adapun factor lain yang mempengaruhi intoleransi beragama tersebut adalahkurangnya rasa menghormati,menggap rendah pemeluk agama lainyang tidak sama denganagama yangb di peluknya, kaburnya batas antara sikap memegang teguh keyakinan agamadan toleransi dalam kehidupan masyarakat, kurangnya rasa saling pengertian dalammenghadapi masalah perbedaan pendapat,para pemeluk agama tidak mampu mengontrol dirisehingga tidak menghormati bahkan memandang rendah agama lain,nkecurigaan terhadapterhadap pihak lain baik antar umat Bergama intern umat beragama atau antara umat Bergamadengan pemerintah(Sanusi, 2019:24-25).  3  DAFTAR PUSTAKAHanani, Silfia (2017).  Studi Negosiasi Kultural yang Mendamaikan Antaretnik dan  Agama di Kota Tanjungpinang. Epistimologi. Vol. 12, No. 1, IAIN Bukittinggi.Muhaemin, Enjang dan Sanusi Irfan (2019).  Intoleransi Keagamaan dalam Framing  Surat Kabar Kompas. Epistimologi.  Vol. 3, No. 1, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.Qodir, Zuly (2016).  Kaum Muda, Intoleransi, dan Radikalisme Agama. Epistimologi. Vol. 5, No. 1, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.  .   4
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x