Please download to get full document.

View again

of 18

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep Dasar

Setiap proyek konstruksi berbeda satu sama lain, unik dan tidak berulang hal ini dikarenakan perbedaan geografis, kondisi tanah, gempa dan cuaca untuk itu tiap proyek membutuhkan manajeman yang baik untuk menjaga kualitasnya baik waktu, biaya dan
5 views18 pages
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Documenttranscript
  5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep Dasar Setiap proyek konstruksi berbeda satu sama lain, unik dan tidak berulang hal ini dikarenakan perbedaan geografis, kondisi tanah, gempa dan cuaca untuk itu tiap proyek membutuhkan manajeman yang baik untuk menjaga kualitasnya baik waktu, biaya dan mutu konstruksi. Material konstruksi merupakan komponen yang paling banyak memakan biaya dan waktu, karena itu manajeman material merupakan unsur terpenting. Pengendalian material yang baik sesuai waktu dan  biaya serta tenaga kerja yang tersedia dapat meningkatkan mutu proyek sekaligus dapat menekan biaya konstruksi Material adalah barang yang dibeli atau dibuat, yang disimpan untuk keperluan kemudian, baik untuk dipakai, diproses lebih lanjut atau dijual. Pengertian material menurut Ensiklopedia Nasional Indonesia : mencakup setiap zat yang dipentingkan keberadaannya, penempatannya dalam ruang dan sifat-sifat mekanik Pengertian material (Hasan Shadaly, 1983) : Bahan dasar untuk membuat membentuk sesuatu. Atau secara umum material didefinisikan sebagai obyek  pengalaman indra dengan cirri-ciri keleluasan, masa, gerak, dan ditentukan oleh uang dan waktu.  6 Manajemen material didefinisikan sebagai suatu pendekatan organisasional untuk menyelesaikan pernasalahan material yang memerlukan kombinasi kemampuan manajerial dan teknis. Dalam proyek konstruksi material merupakan komponen biaya terbesar, oleh karena itu dibutuhkan suatu manajemen material untuk mengendalikan arus material proyek agar tidak terjadi kerugian. Manajemen material diterapkan sejak perencanaan pengadaan material konstruksi yang terlihat pada diagram batang ( bar-chat  )  berdasarkan diagram kerja ( network planning  ) suatu proyek 2.2. Material Konstruksi Material konstruksi dalam sebua proyek terdiri dari 2 jenis menurut Ervianto(2007) adalah sebagai berikut : a.   Bahan Permanen adalah bahan yang dibutuhkan oleh kontraktor untuk membentuk gedung, bersifat tetap sebagai elemen gedung. Jenis bahannya tercantum dalam dokumen kontrak (gambar kerja dan spesifikasi).  b.   Bahan Sementara, dibutuhkan dalam membangun proyek, tetapi tidak menjadi bagian dari bangunan. Jenis bahan ini tidak dicantumkan dalam dokumen kontrak, sehingga kontraktor bebas menentukan bahan dan  pemasoknya. Untuk jenis bahan ini kontraktor tidak mendapat bayaran sehingga biaya dimasukan ke dalam biaya pelaksanaan pekerjaan dalam kontrak.  7 Material merupakan bahan baku, suku cadang, barang jadi, barang habis  pakai, kemasan dan peralatan. Material dibagi atas tiga bagian, yaitu (Stukhatr, 1995) : 1.    Engineered material  , termasuk peralatan pembantu lainnya adalah yang  paling mahal, tampak nyata, rumit dan secara kualitas sangat menentukan.  Engineered material   adalah produk khusus yang dibuat berdasarkan  perhitungan dan perencanaan. Material ini secara khusus didetail dengan gambar dan digunakan sepanjang masa pelaksanaan proyek tersebut, yang sangat menentukan durasi proyek tersebut, serta apabila terjadi penundaan akan mempengaruhi keseluruhan jadwal penyelesaian proyek. 2.    Bulk material  , adalah bahan yang dibuat dengan standar industri tertentu dan dapat dibeli dengan kuantitas tertentu. Material jenis ini sering kali sulit diperkirakan karena lebih beraneka macam kuantitasnya, contohnya :  pipa dan kabel, atau lainya yang dapat diukukur dengan satuan panjang, luas dan volume. 3.    Fabricated material  , adalah bahan yang dibuat atau dirakit di luar  site  berdasarkan spesifikasi dan gambar perencanaan. Material jenis ini umamnya memerlukan persetujuan ( approved  ), contohnya kusen kayu dan rangka baja. 2.3. Perencanaan Sistem Manajemen Material  Perencanaan sistem harus dapat mengintegrasikan, mengkordinasikan, dan mengendalikan semua komponen sistem manajemen material, diperlukan  8  perencanaan yang terpisah untuk setiap komponen mulai dari perhitungan material, pembelian, pemeriksaan, pengangkutan, operasi lapangan, penyimpanan dan lain sebabagainya. Beberapa syarat perencanaan : a.   Harus dikembangkan dari dan dicantumkan ke perencanaan proyek  b.   Harus dimulai sebelum proyek dikerjakan dan dikembangkan bersamaan dengan pelaksanaan proyek, c.   Harus mencerminkan kebijaksanaan perusahaan, perioritas dan kebutuhan  pengguna, d.   Harus dikoordinasi dengan perencanaan yang lain, e.   Harus ada komitmen untuk mencapai sukses dari anggota  project team  yang lain, khususnya bagian teknik dan pelaksana. Hal ini membutuhkan keterlibatan, pelatihan dan komunikasi. f.   Mencakup suatu penjadwalan yang sesuai dengan persyaratan teknis dan  pelaksanaan, jika penundaan dan faktor lainnya diperhitungkan, maka harus juga tercermin dalam penjadwalan ini, g.   Mampu meramalkan kondisi yang akan dating dan mungkin dilakukan  perubahan bila diperlukan, h.   Disajikan dalam bentuk yang dapat dengan mudah diterapkan oleh  pelaksana, mandor, bila mungkin oleh pekerja i.   Tanggung jawab harus dipertegas bagi semua material yang digunakan termasuk fasilitas sementara, bahan habis pakai, material konstruksi sementara  9 2.4. Faktor- Faktor Manajemen Material Manajemen material bukan hanya suatu fungsi atau organisasi tetapi suatu sistem atau proses. Sistem manajemen material merupakan suatu pendekatan organisasi untuk menyelesaikan permasalahan material yang memerlukan kombinasi kemampuan manajerial dan teknis, (Magad dan Amos, 1989). Yang termasuk dalam sistem material adalah : 1.   Material itu sendiri 2.   Komputer dan program pendukungnya 3.   Kantor pusat 4.   Petugas pengelola material di  site  5.   Gudang, transportasi 6.   Identifikasi barang secara otomatis 7.   EDI (  Electronic Data Interchange ) 8.   Fasilitas material handling    2.5. Pengaruh Manajemen Material Perencanaan dan pengendalian yang buruk akan menyebabkan pemesanan material berlebihan, pengangkutan ekstra, dan penolakan. Karena pengaruh biaya akibat pemesanan yang kurang tepat sering diabaikan, usaha-usaha yangberkaitan dengan pengelolaan material kurang diperhatikan. Hal ini sangat berpengaruh  pada biaya proyek dan jadwal pelaksanaan.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x