Please download to get full document.

View again

of 4

DEMOKRASI LIBERAL DAN PANCASILA

DEMOKRASI LIBERAL DAN PANCASILA
0 views4 pages
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Documenttranscript
  DEMOKRASI LIBERAL DAN DEMOKRASI PANCASILA DEMOKRASI LIBERAL DEMOKRASI PANCASILA PENGERTIAN Demokrasi Liberal  adalah salah satu bentuk demokrasi yang diselenggarakan atas dasar kebebasan, yaitu dengan memberikan keleluasaan atau kebebasan kepada rakyatnya dan tidak turut campur atau mengatur terhadap kehidupan warga negaranya. Saat era  pemerintahan orde lama, negara Indonesia pernah menganut  bentuk demokrasi  ini, namun diubah menjadi demokrasi terpimpin oleh Presiden Soekarno memalului dekrit  presiden tahun 1959. Demokrasi Pancasila  adalah salah satu bentuk demokrasi  yang  penyelenggaraan didasarkan atas aspirasi, keinginan, serta kepentingan masyarakat (rakyat  pada umunya), bukan atas dasar  perseorangan atau kelompok (baik mayoritas maupun sebaliknya), oleh karenanya dalam perjalannya dikembalikan kepada rakyat (hati nurani rakyat yang memutuskan).  Negara dengan sistem  Demokrasi  Pancasila  tidak lain tidak bukan adalah Indonesia, karena ideologi yang dipakai negara kita adalah Pancasila. CIRI-CIRI 1.   Bentuk pemerintahnya merupakan demokrasi yang menempatkan kedudukan  badan legislatif lebih tinggi dari pada badan eksekutif. Kepala pemerintahan dipimpin oleh seorang Perdana Menteri. Perdana menteri dan menteri-menteri dalam kabinet diangkat dan diberhentikan oleh  parlemen. Dalam demokrasi  parlementer Presiden menjabat sebagai kepala negara. 2.   Demokrasi Liberal sering disebut sebagai demokrasi  parlementer. Di indonesia demokrasi ini 3.   Demokrasi liberal lebih menekankan pada  pengakuan terhadap hak-hak warga negara, baik sebagai individu ataupun masyarakat 4.   Sistem Ekonomi terdapat kesenjangan social antara Si Kaya dan Si Miskin 5.   Kontrol terhadap negara, alokasi sumber daya alam dan manusiadapat terkontrol 6.   Kekuasaan eksekutif dibatasi secara konstitusional, 1.   Paham demokrasi yang  bersumber kepada kepribadian dan filsafat bangsa Indonesia yang perwujudannya seperti tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 2.   Dasar Demokrasi Pancasila Kedaulatan Rakyat (Pembukaan UUD ‘45) Negara yang  berkedaulatan - Pasal 1 ayat (2) UUD 1945. 3.   Makna Demokrasi Pancasila Keikutsertaan rakyat kehidupan  bermasyarakat dan kehidupan  bernegara ditentukan peraturan  perundang-undangan. 4.   Prinsip pokok Demokrasi Pancasila adalah sebagai  berikut: Pemerintahan berdasarkan hukum, dalam penjelasan UUD 1945 dikatakan: Indonesia ialah negara  berdasarkan hukum (rechtstaat) dan tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machtstaat), 5.   Pengambilan Keputusan Politik Berdasarkan Musyawarah 6.   demokrasi yang berdasarkan  pada Ketuhanan Yang Maha Esa; 7.   menjunjung tinggi hak-hak  DEMOKRASI LIBERAL DAN DEMOKRASI PANCASILA 7.   Kekuasaan eksekutif dibatasi oleh peraturan  perundangan, 8.   Kelompok minoritas (agama, etnis) boleh  berjuang, untuk memperjuangkan dirinya. asasi manusia; c) berkedaulatan rakyat; d) didukung oleh kecerdasan warga negara; 8.   sistem pemisahan kekuasaan negara; 9.   menjamin otonomi daerah; 10.   demokrasi yang menerapkan  prinsip rule of law; 11.   sistem peradilan yang merdeka,  bebas dan tidak memihak; 12.   mengusahakan kesejahteraan rakyat; dan 13.    berkeadilan sosial LATAR BELAKANG Setelah dibubarkannya RIS, sejak tahun 1950 RI Melaksanakan demokrasi  parlementer yang Liberal dengan mencontoh sistem  parlementer barat, dan masa ini disebut Masa demokrasi Liberal. Indonesia dibagi manjadi 10 Provinsi yang mempunyai otonomi dan  berdasarkan Undang  –   undang Dasar Sementara tahun 1950 yang juga bernafaskan liberal. Akibat pelaksanaan konstitusi tersebut, pemerintahan RI dijalankan oleh suatu dewan menteri (kabinet) yang dipimpin oleh seorang perdana menteri dan bertanggung jawab kepada  parlemen (DPR). Para wakil rakyat Indonesia ketika itu terbagi atas dua kelompok aliran  pemikiran. Di satu pihak mereka yang mengajukan agar negara itu  berdasarkan kebangsaan tanpa kaitan khas pada ideologi keagamaan. Di pihak lain, mereka yang mengajukan Islam sebagai dasar negara. Mengingat Indonesia adalah bangsa yang majemuk , maka kata  –   kata “menjalankan  syariat Islam bagi pemeluk  –     pemeluknya“  di ganti dengan kalimat “Ketuhanan Yang Maha  Esa“ . Hal ini terjadi karena setelah ada protes dari perwakilan Indonesia bagian timur yang mayoritas adalah non muslim. Hal ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki rasa tenggang rasa yang  besar dan saling menghormati satu sama lain dan mengutamakan kepentingan bersama/umum daripada kepentingan  pribadi/golongan. Maka itulah yang dinamakan Demokrasi Pancasila.  DEMOKRASI LIBERAL DAN DEMOKRASI PANCASILA SEJARAH DEMOKRASI DI INDONESIA Mulai dari sebelum merdeka, pasca-kemerdekaan, sampai pada saat ini demokrasi selalu menuai perdebatan. Sejarah Demokrasi di Indonesia Saat Mahasiswa Menduduki Gedung MPR Pada Tahun 1998 Sebaga Salah Satu Sejarah Penting Demokrasi Di Indonesia Demokrasi pada umunya diartikan sebagai metode pendekatan politik terhadap rakyat dengan  penjabarannya yang lebih luas yaitu “goverment of the people, goverment by the people, goverment for the people”, namun pada kenyataannya tidak sesuai dengan  pengimplementasiannya. Mengapa demikian? Semua ini terbukti dari beberapa kasus dan permasalahan yang hadir terus-menerus di tengah-tengah masyarakat dengan mengatasnamakan kesalahan sistem, demokrasi. Pembahasan mengenai perkembangan demokrasi memang tiada hentinya sebelum tercapainya tujuan bersama dan negara yang salah satunya adalah kesejahteraan. Realita pada saat ini beberapa kalangan di Indonesia memandang demokrasi sebagai suatu sistem dan metode terbaik dibandingkan dengan yang lain. Namun tidak semua kalangan yang sepakat akan hal tersebut, bahkan ada pula yang menolak secara keras demokrasi dengan alasan-alasan tertentu Sejarah demokrasi di Indonesia  terbagi menjadi empat periode dan setiap periode memiliki ciri demokrasi tersendiri, secara singkat antara lain ialah : 1. Periode Demokrasi Parlementer (1945-1965) Periode ini merupakan awal perkembangan demokrasi di Indonesia. Namun sayangnya demokrasi pada periode ini tidak mempunyai modal cukup untuk menjadi mapan dalam implementasinya, entah dalam teori, konsep dan praktiknya. Demokrasi pada periode ini hanya menjadi pemersatu dan alat koalisi antar suku dan agama yang beragam di Indonesia untuk dapat menjadi bangsa. Namun demokrasi parlementer ini ternyata kurang  begitu cocok diterapkan di Indonesia karena dalam prosesnya timbul banyak perpecahan  politik dan partai-partai politik yang mendominasi terpecah belah. Sehingga Demokrasi Parlementer ini digantikan menjadi Demokrasi Terpimpin ( Guided Democracy ). 2. Periode Demokrasi Terpimpin / Orde Lama (1959-1965) Ciri-ciri demokrasi ini adalah dominasi politik presiden dan berkembangnya pengaruh komunis dan peranan tentara (ABRI) dalam panggung politik nasional. Dominasi kekuasaan  politik presiden pada saat itu terbukti melahirkan tindakan dan kebijakan yang menyimpang dari ketentuan Undang-Undang Dasar 1945. Misalnya, pada tahun 1960 Presiden Soekarno membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) padahal dalam hal ini presiden tidak memiliki wewenang. Namun sejak pada tahun 1959 diberlakukannya dekrit presiden, setelah itu banyak penyimpangan konstitusi oleh presiden atas dasar dominasi kekuatan politik  presiden. Semua hal tersebut menyebabkan hilangnya  social control   dan check and balance  dari legislatif terhadap eksekutif. Akhir dari sistem demokrasi terpimpin Soekarno yang  berakibat pada perseteruan politik ideologis antara PKI dan TNI adalah peristiwa berdarah yang dikenal denga Gerakan 30 September 1965 (G 20 S PKI).  DEMOKRASI LIBERAL DAN DEMOKRASI PANCASILA 3. Periode Demokrasi Pancasila / Orde Baru (1965-1998) Periode ini merupakan masa pemerintahan Presiden Soeharto yang disebut masa Orde Baru. Sebutan Orde Baru merupakan kritik terhadap periode sebelumnya, Orde Lama. Demokrasi Pancasila pada periode ini secara garis besar menawarkan tiga komponen demokrasi. Pertama, menegakkan kembali asas-asas negara hukum dan kepastian hukum. Kedua, mengutamakan kehidupan yang layak bagi semua warga negara. Ketiga, pengankuan dan perlindungan HAM, peradilan yang bebas dan tidak memihak.  Namun ternyata tawaran-tawaran Demokrasi Pancasila hanya retorika politik belaka, sehingga terjadi ketidakdemokratisan pernguasa Orde Baru yang ditandai oleh : (1) dominannya peranan militer (ABRI); (2) birokratisasi dan sentralisasi pengambilan keputusan  politik; (3) pengebirian peran dan fungsi partai politik; (4) campur tangan pemerintah dalam  berbagai urusan partai politik dan publik; (5) politik masa mengambang; (6) monolitisasi ideologi negara; (7) inkorporasi (peleburan) lembaga nonpemerintah. 4. Periode Pasca Orde Baru / Reformasi (1998  –   sekarang) Periode pasca Orde Baru ini disebut Era Reformasi. Dalam periode ini tuntutan-tuntutan rakyat mengenai pelaksanaan demokrasi dan HAM harus lebih konsekuen. Tuntutan ini berawal dari lengsernya Presiden Soeharto yang telah menjabat selama tiga puluh tahun lamanya dengan Demokrasi Pancasilanya. Dalam periode ini cita-cita dari demokrasi yang mapan dan menjunjung tinggi HAM menjadi tantangan utama, sehingga dalam periode ini  banyak terjadinya perombakan baik secara aturan, fungsi dan institusi. Wacana demokrasi  pada pasca Orde Baru atau Era Reformasi erat kaitanya dengan pemberdayaan masyarakat madani ( civil society ) dan penegakan HAM secara sungguh-sungguh serta mengembalikan kedaulatan sesungguhnya kepada rakyat.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x