Please download to get full document.

View again

of 17

FIQH TENTANG JINAYAT HUDUD,QISHASH, dan TA'ZIR disusun oleh: KELOMPOK 8

FIQH TENTANG JINAYAT HUDUD,QISHASH, dan TA'ZIR disusun oleh: KELOMPOK 8
0 views17 pages
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Documenttranscript
  MAKALAH FIQH TENTANG JINAYAT HUDUD,QISHASH, dan TA’ZIR    Makalah Ini Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Fiqh disusun oleh: KELOMPOK 8 1.GENTA AL-FARIZI 191350007 2.ESTI WULAN AGUSTIAWATI 191350005 3.MUHAMAD FADILLAH AKBAR 191350019 4.GENTUR BINTORO AJI 191350009 UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN TAHUN ANGKATAN 2019-2020  BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang   Islam merupakan suatu ajaran yang memiliki aturan dan hukum yang sangat kompleks meliputi seluruh yang berkaitan dengan kehidupan manusia di muka bumi ini. Allah SWT sebagai pembuat hukum menghendaki hambanya untuk senantiasa menyembah kepadanya. Hukum dalam islam dapat berlaku dalam segala persoalan hidup sesuai dengan hubungannya dengan persoalan yang terjadi, baik itu mengenai ibadah, muamalah maupun dalam beramal sosial. Di dalam Islam juga ditentukan segala perbuatan yang baik dan dibolehkan syara’ untuk dilakukan dan yang tidak boleh (dilarang). Maka segala perbuatan yang baik akan mendapat balasan pahala, sedangkan untuk perbuatan yang dilarang jika dilakukan akan mendapatkan sanksi syara’.  Begitulah keadilan yang Allah ciptakan sebagai pembuat hukum tunggal. Dalam makalah ini, akan penulis jelaskan bagaimana konsep jinayat yang dalam  bahasa Indonesia disebut hukum pidana.  BAB II PEMBAHASAN A . Jinayat 1.Pengertian Jinayat Jinayat adalah bentuk jamak dari kata jinayat yang bermakna penganiayaan terhadap  badan, harta, dan jiwa. Sedangkan menurut istilah jinayat adalah suatu pelanggaran terhadap  badan yang didalamnya dikenakan qishash dan diyat atas sanksi yang dijatuhkan atas  penganiayaan atas badan atau dengan lebih jelas merusak atau melukai seseorang baik orang itu meninggal dunia. Pidana (jinayat) menurut syariat islam merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam tatanan kehidupan setiap muslim dimanapun ia berada. 1   B.Hudud 1. Pengertian Hudud Kata dasar hudud adalah had menurut bahasa berarti mencegah. Disebut hudud karena hukuman itu dapat mencegah terjadinya perbuatan mengakibatkan jatuhnya hukuman. Sedangkan menurut syara’, hudud adalah hukuman yang terukur atas berbagai perbuatan tertentu, atau hukuman yang telah dipastikan bentuk dan ukuran didalam syariat, baik hukuman itu karena melanggar hak Allah atau merugikan hak manusia. 2  Pada permulaan islam bentuk Hudud berupa benda. Kemudian berkembang dengan ketentuan Had perzinaan, tuduhan melakukan perzinaan, mengonsumsi mimuman memabukan,  pencurian, peperangan, pemberontakan, dan murtad. Menurut jumhur ulama non-hanafiyah, hak qishos juga termasuk katagori hudud. Hudud terbagi 3 macam, yaitu hukuman mati, hukuman pancung, dan cambuk meskipun di sertai dengan penyaliban atau pengasingan 1  http://www.ilmusaudara.com/2019/01/pengertian-jinayat-dalilnya-tingkatan.html?m=1 (accessed September 01, 2019) 2  Wahab Zuhaili,  fiqih imam syafe’I jilid3, (  jakarta, al mahira 2010 ) hlm 259  2.   Macam-Macam Hudud  a. Perzinaan 1. Pengertian Perzinaan   Zinah adalah aktifitas seksual yang melibatkan organ reproduksi yang di haramkan, membangkitkan nafsu syahwat serta menetapkan adanya had. Meskipun memasukan pucuk atau kadar tertentu dari penis seorang laki, sekalipun impoten, nonereksi, berkondom kedalam lubang vagina perempuan atau lubang anus laki-laki atau perempuan yang tidak halal. 3  Unsur bias yang dapat mengugurkan hadd ada tiga bagian, yaitu sebagai berikut.  Pertama , bias yangtimbul dari subjek pelaku, misalnya pelaku tidak mengetahui larangan  berzina.  Kedua,  bias objek sasaran, misalnya seseorang diduga sebagai istrinya.  Ketiga,  bias  prosedur, misalnya pernikahan tanpa wali. Had zinah wajib di jatuhkan ketika pelaku perzinaan telah baligh, berakal, suka sama suka, serta mengetahui larangan berzina, baik dia seorang muslim, kafir dazimmi, atau murtad. Sehingga had zina tidak dapat di jatuhkan kepada pelaku yang masih kanak-kanak, gila, orang yang di paksa melakukan zina, dan orang yang tidak mengetahui larangan berzina, misalnya pelaku adalah seorang mualaf. Adapun pelaku yang masih kanak-kanak dan orang gila tidak dapat di jatuhi hukuman.hal ini sesuai dengan hadist, “ qalam di angkat dari tiga orang; orang tidur hingga  bangun, orang yang di timpah musibah hingga bebas dari musibahnya, dan dari anak kecil hingga dia dewasa .”  2.Ragam Hadd Zina a.Goer Mukhson Jika pelaku zina seorang perawan bukan mukhsan, dan orang merdeka bukan budak, haddnya berupa hukuman cambuk sebanyak seratus kali, sesuai dengan firman Allah swt , ْيِاّزاَو   ُَِاّزَُْُ   ْنِ   ِ   ِْِد   ْيِ   ٌَْأَر   َِِ   ْُْُخْَ   َّوۖٍةَْَج   ََئِ   َُْ   ٍِاَو   ّُ   اْوُِْجَ   َْِِْؤُْا   َِ   ٌَٕۤَط   َُَاََ   ْَْَْَو   ِخْا   ِْَْاَو   ِِ   َنْُِْؤُ   3  Wahab Zuhaili,  fiqih imam syafe’I jilid3, (  jakarta, al mahira 2010 ) hlm 260  “Pezina p erempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya  seratus kali, dan janganlah rasa belas kasih kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.” 4   (QS.An-Nur[24]:2) Hakim boleh mendahulukan salah satu dari kedua hukuman itu sesuai dengan kebijakan yang di kehendakinnya, dengan syarat pengasingan tersebut mencapai jarak yang telah di  perkenankan untuk mengqhoshor shalat, menurut pendapat yang shahih. Karena rencana  pengasingan itu bertujuan menjauhkan pelaku perzinaan dari keluarga tanah kelahirannya.  b.Mukhson Muhshan adalah orang yang oernah menyetubuhi vagina istrinnya dalam ikatan  pernikahhan yang sah dan dia orang merdeka, telah baligh, dan berakal. Apabila dia menyetubuhi lubang anus istrinnya, menyetubui lobang kemaluan budak perempuannya, atau  bersetubuh dalam pernikahan yang batal, atau melakukan senggama dengan istrinnya yang masih berstatus budak kemudian merdeka, atau masih kanak-kanak atau orang gila kenudian sembuh dan melakukan zina, maka dia tidak dapat di sebut mukhshan. B.Hadd Tuduhan Berzina (Qadzaf) 1.Pengertian Qadzaf Secara bahasa, qadzaf adalah melayangkan tududhan (ar-ramyu) . Sedangkan definisi qadzaf adalah melayangkan tuduhan berzina dengan memperlihatkan kejelekan perbuatan orang lain. Maksudnya, memberikan kesaksian terkait dengan perzinaan. Para saksi tidak dapat dijatuhi hadd qadzaf, kecuali para saksi perzinaan yang kurang dari empat orang. 5  Sandaran atau landasan hukum had alquran,   َْِّاَوََُش   ِََْرَِ   اْُْَ   ْَ   ّُث   ِتَْُْا   َنْُْَ   َ ْوُِْجَْِَث   ْُ   اْُَْَ   َّو   ةَْَج   َكٕۤوُَو    ََ   ةَدََش   ْُ   ۙ   َنْُِْا   ُ   4  Mikraj Khazanah Ilmu, ar-rahim al-quran dan terjemahan, Qs.An-Nur (24), ayat.02 5  Wahab Zuhaili,  fiqih imam syafe’I jilid3, (  jakarta, al mahira 2010 ) hlm 282
Advertisement
MostRelated
View more
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x