Please download to get full document.

View again

of 11

FORMULASI & TEKNOLOGI SEDIAAN CAIR & SEMI PADAT MAKALAH SIRUP

FORMULASI & TEKNOLOGI SEDIAAN CAIR & SEMI PADAT MAKALAH SIRUP
3 views11 pages
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Documenttranscript
  FORMULASI & TEKNOLOGI SEDIAAN CAIR & SEMI PADAT MAKALAH SIRUP DOSEN PENGAMPU : Siti Aisiyah, M.Sc., Apt Disusun Oleh : 1.   Denny Adi Saputra (21154407A) 2.   Achmad Kevin Masyelino (21154408A) 3.   Paula Intan Permatasari (21154415A) 4.   Bunga Lia (21154416A) 5.   Yurita W. W. (22164953A) S1 FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SETIA BUDI SURAKARTA 2018  I.   JUDUL Sirup II.   TUJUAN Menentukan angka kelarutan suatu bahan obat Memahami prinsip dasar dan evaluasi pembuatan sediaan sirup III.   LANDASAN TEORI Menurut Farmakope Indonesia III (1979), sirup adalah sediaan cair berupa larutan yang mengandung sakarosa. Kadar sakarosa (C12H22O11) tidak kurang dari 64% dan tidak lebih dari 66%. Sirup adalah larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain dalam kadar tinggi. Secara umum sirup merupakan larutan pekat dari gula yang ditambah obat atau zat pewangi dan merupakan larutan jernih berasa manis. Sirup adalah sediaan cair kental yang minimal mengandung 50% sakarosa. Dalam perkembangannya, banyak sekali pengertian mengenai sirup. Sirup adalah sediaan cair berupa larutan yang mengandung sakarosa. Sirup adalah sediaan cairan kental untuk pemakaian dalam, yang minimal mengandung 90% sakarosa (Anonim, 1995). Kandungan sakarosa dari sirup umumnya antara 60-65%. Hal itu menentukan daya tahan dari sediaan. Atas dasar daya tahannya maka sediaan berkonsentrasi tinggi dinilai  paling baik, meskipun demikian perlu diperhatikan bahwa dengan meningkatnya kandungan gula dari sirup menyebabkan kelarutan bahan obat tertentu di dalamnya  berkurang ( Voight, 1994). Komponen-komponen sirup terdiri dari (Van Duin, 1991) : a.   Pemanis Pemanis berungsi untuk memperbaiki rasa dari sediaan. Dilihat dari kalori yang dihasilkan dibagi menjadi pemanis berkalori tinggi dan pemanis berkalori rendah. Adapun pemanis berkalori tinggi misalnya sorbitol, sakarin dan sukrosa sdangkan yang  berkalori rendah seperti laktosa.  b.   Pengawet antimikroba Pengawet antimikroba digunakan untuk menjaga kestabilan obat dalam penyimpanan agar dapat bertahan lebih lama dan tidak ditumbuhi oleh mikroba atau jamur. c.   Perasa dan Pengaroma Hampir semua sirup disedapkan dengan pemberi rasa buatan atau bahan-bahan yang  berasal dari alam untuk membuat sirup mempunyai rasa yang enak. Karena sirup adalah  sediaan cair, pemberi rasa ini harus mempunyai kelarutan dalam air yang cukup. Pengaroma ditambahkan ke dalam sirup untuk memberikan aroma yang enak dan wangi. Pemberian pengaroma ini harus sesuai dengan rasa sediaan sirup, misalkan sirup dengan rasa jeruk diberi aroma citrus. d.   Pewarna Pewarna yang digunakan umumnya larut dalam air dan tidak bereaksi dengan komponen lain dalam sirup dan warnanya stabil dalam kisaran pH selama  penyimpanan. Penampilan keseluruhan dari sediaan cair terutama tergantung pada warna dan kejernihan. Pemilihan warna biasanya dibuat konsisen dengan rasa. Juga  banyak sediaan sirup, terutama yang dibuat dalam perdagangan mengandung pelarut- pelarut khusus, pembantu kelarutan, pengental dan stabilisator. Selanjutnya sifat fisika sediaan sirup terdiri dari (Syamsuni, 2006) : a.   Viskositas Viskositas atau kekentalan adalah suatu sifat cairan yang berhubungan erat dengan hambatan untuk mengalir. Kekentalan didefinisikan sebagai gaya yang diperlukan untuk menggerakkan secara berkesinambungan suatu permukaan datar melewati  permukaan datar lainnya dalam kondisi mapan tertentu bila ruang diantara permukaan tersebut diisi dengan cairan yang akan ditentukan kekentalannya. Untuk menentukan kekentalan, suhu zat uji yang diukur harus dikendalikan dengan tepat, karena perubahan suhu yang kecil dapat menyebabkan perubahan kekentalan yang berarti untuk  pengukuran sediaan farmasi. Suhu dipertahankan dalam batas tidak lebih dari 0,1 C.  b.   Uji mudah tidaknya dituang Uji mudah tidaknya dituang adalah salah satu parameter kualitas sirup. Uji ini berkaitan erat dengan viskositas. Viskositas yang rendah menjadikan cairan akan smakin mudah dituang dan sebaliknya. Sifat fiik ini digunakan untuk melihat stabilitas sediaan cair selama penyimpanan.Besar kecilnya kadar suspending agent berpengaruh terhadap kemudahan sirup untuk dituang. Kadar zat penstabil yang terlalu besar dapat menyebabkan sirup kental dan sukar dituang. c.   Uji Intensitas Warna Uji intensitas warna dilakukan dengan melakukan pengamatan pada warna sirup mulai minggu 0-4. Warna yang terjadi selama penyimpanan dibandingkan dengan warna pada minggu 0. Uji ini bertujuan untuk mengetahui perubahan warna sediaan cair yang disimpan Selama waktu tertentu.  Keuntungan dari bentuk sediaan sirup adalah :   1.   Sesuai untuk pasien yang sulit menelan (pasien usia lanjut, parkinson, anak - anak). 2.   Obat terlarut lebih mudah diabsorpsi 3.   Pendosisan fleksibel 4.   Varian rasa obat banyak Kerugian dari bentuk sediaan sirup adalah : 1.   Tidak cocok untuk obat yang tidak stabil dalam bentuk larutan 2.   Formulasi sulit untuk bahan berkelarutan rendah 3.   Tidak bisa untuk sediaan yang sukar larut dalam air (biasanya dibuat suspense atau eliksir). IV.   FORMULA Formula asli : Chlorpheniramini Sirupus Sirup Klorfeniramina (ForNas Ed.2 hal.154) Komposisi. Tiap 5 ml mengandung: Chlorpheniramini Maleas 2 mg Aethanolum 90 % 350 mg Zat tambahan yang cocok secukupnya Sirupus simplex hingga 5 ml Formula yang akan diuji : Bahan I II III Chlorpheniramin maleat 40mg/ 100ml 40mg/ 100ml 40mg/ 100ml Propilenglikol 5% 5% 5%  Na CMC 0,75% 1,00% 1,25%  Na Benzoat 0,01% 0,01% 0,01 % Sukrosa 12,5% 12,5% 12,5% Essence Strawberry 0,125 % 0,125% 0,125%  Eritrosin 0,0125% 0,0125% 0,0125% Aquadest ad 100 ml 100 ml 100 ml V.   PEMERIAN DAN FUNGSI 1.   Zat aktif CTM (Farmakope Indonesia edisi IV halaman 210 ; Martindal edisi 36 hal 571). Struktur kimia: Rumus molekul : C16H19ClN2.C4H4O4 Berat Molekul : 390,87 Pemerian : serbuk Hablur putih, tidak berbau. Larutan mempunyai  ph antara 4 dan 5. Kelarutan : Mudah larut dalam air, larut dalam etanol dan kloroform; sukar larut dalam eter dan dalam benzena. Titik Lebur : Antara 1300 dan 1350 o C. Stabilitas : Mengalami peruraian pada suasana asam. OTT : Inkompatibel dengan kalsium klorida, kanamisin sulfat, noradrenalin acid tartrat, pentobarbital sodium, dan meglumine adipiodone. Dosis : Larutan oral 2 mg/5ml (BNF 54 h.166) Anak 6-12 tahun : 2 mg setiap 4-6 jam, maks 12 mg/hr. Dewasa : 4 mg setiap 4-6 jam, maks 24 mg/hr Khasiat : Antihistamin, sedative  pKa dan koefisien partisi : 9,2 Penyimpanan : Wadah tertutup rapat tidak tembus cahaya. 2.   Eksipient    Sukrosa (Farmakope Indonesia IV hal 762, Handbook of Pharmaceutical Excipient edisi 6 hal 704). Rumus Molekul : C11H22O11 Berat Molekul : 342,30 Pemerian : Hablur putih atau tidak berwarna; masa hablur atau berbentuk kubus, atau serbuk hablur putih; tidak berbau, rasa manis, stabil di udara. Larutannya netral terhadap lakmus.
Advertisement
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x