Please download to get full document.

View again

of 10

KAMUS INDIKATOR

KAMUS INDIKATOR
0 views10 pages
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Documenttranscript
   Kamus Indikator Mutu 37 KAMUS INDIKATOR PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI RUMAH SAKIT HAIS Kejadian Infeksi Rumah Sakit (HAIs)   Judul Kejadian Infeksi Rumah Sakit (HAIs) Dimensi Mutu Keselamatan pasien Tujuan Mengetahui hasil pengendalian infeksi HAIs rumah sakit Definisi operasional Infeksi HAIs adalah infeksi yang dialami oleh pasien yang diperoleh selama dirawat di rumah sakit > 72 jam yang meliputi phlebitis, VAP, ISK, IADP dan infeksi daerah operasi Frekuensi pengumpulan data Tiap bulan Periode analisa Tiap tiga bulan Numerator Jumlah pasien rawat inap yang terkena infeksi HAIs dalam 1 bulan Denumerator Jumlah total lama hari pemasangan alat dalam 1 bulan Sumber data Surveilans Nasokomial RS, laporan infeksi HAIs Standar ≤ 1.5%  Penanggung jawab pengumpulan data Kepala instansi rawat inap, IPCLN, dan IPCN Indicator Health-Care Associated Infections  (HAIs) 1.   Indicator VAP Judul Ventilator Associated Pneumonia (VAP) Dimensi Mutu Keselamatan pasien Tujuan Mengetahui hasil pengendalian infeksi VAP rumah sakit Terwujudnya keselamatan dan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit Definisi operasional Ventilator Associated Pneumonia (VAP) adalah infeksi saluran nafas bawah yang mengenai parenkim paru setelah pemakaian ventilator mekanik > 48 jam dan sebelumnya tidak ditemukan tanda-tanda infeksi saluran atas. Inklusi : Ditemukan minimal dari tanda dan gejala klinis : 1.   Demam > 38°C tanpa ditemui penyebab lainnya 2.   Leucopenia (< 4000 WBC/mm 3 ) 3.   Minimal disertai 2 dari tanda berikut :    Timbulnya onset baru sputum purulen atau perubahan   Kamus Indikator Mutu 38 sifat sputum    Peningkatan fraksi inspirasi oksigen ≥ 0.2 dari FiO2 sebelumnya    Peningkatan PEEP setiap hari sebesar ≥ 3cmH2O dari PEEP sebelumnya selama 2 hari berturut-turut Ekslusi :    Pasien dengan pneumonia sebelum pemasangan ventilator mekanik Frekuensi pengumpulan data Tiap bulan Periode analisa Tiap tiga bulan Numerator Jumlah pasien yang terinfeksi ventilator associated pneumonia (VAP) Denumerator Jumlah hari terpasang ventilator pada pasien tidak mengalami pneumonia sebelumnya X 1000 Sumber data Surveilans Nasokomial RS, laporan infeksi HAIs Standar ≤ 1.5%  Penanggung jawab pengumpulan data IPCLN dan IPCN 2.   Indicator IDO Judul Infeksi Luka Operasi (IDO) Dimensi Mutu Keselamatan pasien Tujuan Mengetahui hasil pengendalian infeksi daerah operasi rumah sakit Terwujudnya keselamatan dan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit Definisi operasional Infeksi luka operasi adalah infeksi yang terjadi luka operasi atau organ/rongga yang terjadi dalam waktu 30 sampai 90 hari pasca tindakan operasi. Inklusi : Infeksi luka operasi dibagi tiga yaitu : 1.   Infeksi luka operasi superficial/surgical site infection superficial incisional site (SSI) adalah infeksi luka operasi yang terjadi 30 hari setelah operasi dan hanya mengenai kulit dan  jaringan sub kutan dengan gejala infeksi berikut : bengkak, kemerahan, nyeri dan panas. 2.   Infeksi luka operasi dalam (Profunda)/Deep icisional adalah infeksi yang terjadi 30 hari sampai 90 hari pasca tindakan operasi dengan criteria berikut :   Kamus Indikator Mutu 39    Terdapat drinase purulen dari tempat insisi dalam.    Biakan positif dari specimen berupa cairan yang keluar dari luka atau jaringan insisi dalam yang diamil dengan cara aseptic.    Insisi superficial yang sebagaian dibuka oleh dokter dan memberikan hasil kultur positif atau tidak dilakukan kultur dan terdapat setidaknya satu gejala atau tanda seperti bengkak, kemerahan, nyeri, demam dengan suhu 38°C dan dokter yang merawat menyatakan infeksi. 3.   Infeksi luka operasi organ/rongga adalah infeksi yang terjadi 30 hari sampai 90 hari pasca tindakan operasi menyangkut bagain tubuh kecuali insisi kulit, fasia, lapisan otot yang di buka atau di manipulasi selama tindakan operasi dan terdapat paling sedikit satu keadaan berikut :    Terdapat drinase purulen yang berasal dari drain yang ditempatkan pada organ/rongga terkait, biakan positif dari specimen berupa cairan yang keluar dari luka atau jaringan organ/rongga terkait.    Abses atau tanda infeksi yang melibatkan organ/rongga yang dibuktikan dengan pemeriksaan histology atau pemriksaan radiologi dan dokter yang menangani menyatakan terjadi IDO. .   Jenis operasi    Bersih dilakukan pada daerah/kulit yang pada kondisi pra bedah tidak terdapat peradangan dan tidak membuka traktus respiratorius, traktus gastrointestinal, orofaring, traktus urinarius atau traktus bilier operasi berencana dengan penutupan kulit primer dengan atau tanpa pemakaian drain.    Bersih tercemar Luka operasi yang membuka traktus respiratorius, traktus gastrointestinal, orofaring, traktus urinarius atau traktus bilier kecuali ovarium. Ekslusi :    Pasien yang di operasi di luar RSIA Limijati Frekuensi pengumpulan data Tiap bulan Periode analisa Tiap tiga bulan Numerator Jumlah pasien yang terinfeksi IDO) Denumerator jumlah pasien yang dioperasi X 100   Kamus Indikator Mutu 40 Sumber data Surveilans Nasokomial RS, laporan infeksi HAIs Standar ≤ 1.5%  Penanggung jawab pengumpulan data IPCLN dan IPCN 3.   Infeksi Aliran Darah (IADP) Judul Infeksi Aliran Darah Primer (IADP) Dimensi Mutu Keselamatan pasien Tujuan Mengetahui hasil pengendalian infeksi aliran darah primer   rumah sakit Terwujudnya keselamatan dan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit Definisi operasional Infeksi aliran darah terkait pemasangan kateter intravaskuler adalah infeksi aliran darah terkait pemasangan central venous vatheter (CVC), peripheral kateter, kateter hemodialisa, arterial line, peripheral inserted (PICC), terpasang infus dan intraortic ballon pump dengan konfirmasi laboratorium. Inklusi :    Ditemukan pathogen dari biakan specimen darah dari kateter intravaskuler dan dari darah perifer tidak berkaitan dengan infeksi ditempat lain.    Nilai VIP score > 3    Pasien dengan minimal satu gejala atau tanda sebagai berikut : demam > 38°C menggigil atau hipotensi tanpa penyebab lainnya dan diperoleh hasil laboratorium yang positif yang tidak berhubungan dengan infeksi ditempat lain. Dugaan infeksi aliran darah terkait pemasangan kateter intravaskuler pada anak berusia < 1tahun memiliki minimal tanda-tanda seagai berikut :    Demam (suhu tubuh >38°C perrektal)    Hipotermi (< 37°C per rectal), apnea atau bradikardi.    Tidak ditemukan sumber infeksi selain pemasangan kateter vaskulear. Terdapat bakteri pathogen dalam biakan kuman. Ekslusi : Pasien dengan IAD sebelum pemasangan CVL di RSIA Limijati Frekuensi pengumpulan data Tiap bulan Periode analisa Tiap tiga bulan Numerator Jumlah pasien yang terinfeksi aliran darah (IAD)   Kamus Indikator Mutu 41 Denumerator Jumlah hari terpasang kateter central line/perifer line X 1000 Sumber data Surveilans Nasokomial RS, laporan infeksi HAIs Standar 15‰  Penanggung jawab pengumpulan data IPCLN dan IPCN 4.   Infeksi Saluran Kemih (ISK) Judul Infeksi saluran kemih (ISK) Dimensi Mutu Keselamatan pasien Tujuan Mengetahui hasil pengendalian infeksi Infeksi saluran kemih Terwujudnya keselamatan dan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit Definisi operasional Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan jenis infeksi yang terjadi pada saluran kemih murni (Uretra dan permukaan kamdung kemih) atau melibatkan bagainyang lebih dalam dari organ-organ pendukung saluran kemih (ginjal, ureter, kandung kemih, ureter dan jaringan sekitar retroperitoneal atau rongga perinefrik) karen apnggunaan kateter urin > 48 jam. Ditemukan minimal dari tanda dan gejala klinis :    Demam > 38 0 C    Urgensi    Frekuensi    Disuria atau nyeri suprapubik Tanda dan gejala ISK anak < 1 tahun :    Demam > 38 0 C rectal    Hipotermi < 37 0 C rectal    Apnea    Bradikardi    Letargia    Muntah-muntah    Tes diagnostic :    Tes carik celup (dipstick) positif untuk leukosit esterase dan atau nitrit.    Piuri (terdapat ± 10 leukosit per ml atau terdapat 3 leukosit per LPB (Mikroskop kekutan tinggi/1000x) dari urin tanpa dilakukan sentrifugasi).    Ditemukan kuman dengan pewarnaan Gram dari urine yang tidak disentrifugasi.    Paling sedikit 2 kultur urine ulang didapatkan uropatogen
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x