Please download to get full document.

View again

of 21

Laporan Investigasi Pola Persiapan Pelepasan Jagung Transgenik

gambaran umum tentang kondisi lapangan menghadapi persiapan pelepasan jagung transgenik di beberapa lokasi di Indonesia
0 views21 pages
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Documenttranscript
   1 Seri Biosafety Indonesia, Agustus 2014: Alamat Sekretariat:Jl. Kelapa Merah No.2 RT 15/RW 12, Kel. Utan Kayu Selatan - Jakarta Timur 13120Phone/Fax: 021-8567935; Mobile: 08128124672Email: konphalindo@gmail.com Laporan Investigasi Pola Persiapan Pelepasan Benih Jagung Transgenik di Kabupaten Magelang dan Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah Oleh:Ruddy Gustave   2 I. Pengantar Benih jagung transgenik atau produk rekasaya genetika (PRG) resminya belum ada yang diperjual-belikan kepada petani untuk ditanam. Meskipun belum dinyatakan resmi peredarannya di Indonesia namun sekitar tahun 2010 terhembus kabar bahwa benih event jagung transgenik tertentu telah beredar di kalangan petani. Memang tidak mudah untuk menemukan  jejak jagung transgenik di ladang petani jika tidak disertai informasi khusus atau label pada kemasan benih jagung. Peredaran benih jagung transgenik/PRG di Indonesia hanya tinggal menunggu waktu saja karena beberapa event jagung PRG sudah diuji dan mendapatkan sertifikat keamanan pangan dan keamanan pakan. Menyambut kehadiran benih jagung PRG tersebut tidak serta-merta hanya berbicara masalah aspek admnistrasi perizinan saja tetapi dibalik itu sedang berlangsung pergantian paradikma pengelolaan jagung di tanah air, dari konsep pengelolaan pangan konvensional menuju pengelolaan pangan industri. Jagung bukan lagi dikelola untuk kebutuhan pangan saja tetapi lebih  jauh sudah dikelola dalam pola industri untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Tak heran apabila para petani pemulia dan para ilmuwan berlomba-lomba mencari dan menciptakan benih jagung baru yang sesuai impiannya. Benih jagung impian di kalangan para petani itu antara lain bisa mencapai produksi optimal, kualitas baik, tahan terhadap segala musim dan hama penyakit. Pemerintah menaruh perhatian besar terhadap pengembangan produksi jagung nasional. Alasannya jagung adalah tanaman pangan penting setelah padi, baik dari aspek produksi maupun nilainya. Namun dilihat dari strategi pelaksanaan kebijakan jagung nasional ternyata produksi jagung nasional masih kurang memuaskan, karena masih harus impor dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan jagung nasional. Impor jagung disebut terus meningkat dari tahun 2009 hingga 2013. Menurut data Balai Penelitian Tanaman Serealia, impor jagung pada tahun 2009 tercatat sebanyak 338,798   3 ton kemudian melonjat pada tahun 2010 menjadi 1,5 juta ton. Menurut Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), impor jagung tahun 2011 sudah mencapai 3,1 juta ton, menurun menjadi 1,6 juta ton pada tahun 2012. Kemudian impor jagung meningkat drastis lagi pada tahun 2013 sebanyak 3,2  juta. 1  Permintaan impor jagung terus meningkat diduga karena terjadi penurun produksi jagung dalam negeri dan peningkatan kebutuhan jagung untuk industri pakan ternak. Upaya peningkatan produksi jagung nasional tidak lagi sepenuhnya bertumpu pada lembaga pemerintahan tetapi pihak swasta pun dilibatkan. Pihak swasta memiliki kesempatan luas mengembangkan benih jagung unggul. Salah satu bagian dari rantai produksi jagung itu berbicara ketersedian benih jagung berkualitas. Secara singkat, teknologi pengembangan benih jagung nasional sudah memasuki era bidang bioteknologi, bahkan di kalangan pembuat kebijakan sangat yakin bahwa benih jagung berkualitas hanya bisa diproduksi melalui teknologi rekayasa genetika. Karena itu tak heran apabila benih jagung produk rekayasa genetika (PRG) atau transgenik atau genetically modified organism (GMO) yang dimunculkan sebagai pilihan utama di kalangan pengambil keputusan di negeri ini. Sementara jagung teknologi hibrid, saat ini mendominasi seluruh lahan petani, sudah mulai dianggap kurang memuaskan dan perlu diganti dengan benih jagung PRG yang diciptakan khusus tahan serangan hama dan tahan kering. Pada Konfrensi Jagung 2012 di Provinsi Gorontalo ditandai sebagai era kebangkitan industri agribisnis jagung nasional. Ketua Dewan Jagung Nasional (DJN), Fadel Muhammad 2  mengatakan, Indonesia memiliki 22 titik yang berpotensi komoditas jagung. Diharapkan Indonesia akan menjadi swasembada jagung dalam waktu dekat. Peta sebaran daerah penghasil utama jagung nasional antara lain, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Jawa !  #$%&' %''()**+++,$-./0'12,31,$4*&52$670$-/00*$8(129:&57-59;<!=93&(&$9=;9:7'&9'1-*>=>?; /4$0$ '&-55&@ A*!;*;<!=, ;  B76/2-72 C21.$-0$ B121-'&@1   4 Tengah, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Lampung, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Gorontalo, dan Nusa Tenggara Timur. Langkah-langkah lebih nyata disampaikan Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia Rusma Heriawan pada acara yang sama, bahwa pemerintah telah menetapkan pada tahun 2014 Indonesia harus mencapai swasembada jagung berkelanjutan, melalui peningkatan produktivitas dan perluasan areal tanam. Selanjutnya, produktivitas tanam akan dilakukan penggantian benih jagung varietas lokal dengan hibrida atau komposit unggul 3 .  Jadi, para aktor pemerintah, pengusaha dan mayoritas ilmuwan di Indonesia sudah memiliki kesamaan pandangan bahwa pembangunan agribisnis jagung harus bertumpu pada jagung hibrida dan jagung transgenik. Konsekuensinya benih jagung lokal akan tersisih karena dianggap sudah tidak mampu lagi bersaing memberikan jawaban kebutuhan produksi nasional. Beberapa daerah yang tercatat sebagai pusat produksi jagung nasional tidak luput dari sasaran pemasaran benih-benih “jagung unggul”, masih jenis  jagung hibrida, kepada para petani oleh pihak perusahaan benih jagung maupun Petugas Pendamping Lapangan (PPL) Dinas Pertanian. Provinsi Jawa Tengah disebut-sebut sebagai salah satu pusat pengembangan jagung khususnya wilayah Kabupaten Grobogan. Menurut penuturan Wakil Bupati Grobogan, Icek Baskoro S.H., produksi jagung Kabupaten Grobongan bisa mencapai lebih dari 600.000 ton di atas lahan seluas 105.000 hektare 4 . Selain itu pimpinan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menyerukan di salah satu media cetak nasional agar pemerintah Indonesia segera memberikan izin pelepasan jagung transgenik 5 . =  %''( )**+++,8/4$&$-41-/0$&,318*2/&4*;<!;*!!*;;*=A?D<=*?*;*E4&9;;9F$'$G9C1'/-0$9H&57-594$9I-41-/0$& 9 '&-55&@ ;=*!!*;<!;, ?  #$%&' +++,521615&-,51,$4 JB12615&- C/-5%&0$@ H&57-5 F/26/0&2KL !> H7@M ;<!= N  #$%&' %&2$&- O$0-$0 I-41-/0$&L JO/-$% H&57-5 F2&-05/-$G P C/8210/0&- IQ$- E5&2 R$(/23/(&'KL ;!*=*;<!=   5 Daerah lain, meskipun tidak termasuk pusat pengembangan jagung tetapi penanam jagung untuk benih mulai diperkenalkan dan dikembangkan di daerah Kabupaten Magelang. Kedua persoalan di atas menjadi alasan kami untuk melihat lebih dekat dan jelas bagaimana peta persoalan tata kelola jagung pada masing-masing daerah. Apakah kemungkinan sudah diedarkan jagung transgenik di kalangan petani? Untuk itulah maksud dari kegiatan investigasi ini. Tujuan menggambarkan peta peredaran benih jagung unggul/PRG kepada petani di daerah Kabupaten Magelang dan Kabupaten Grobogan. Dan, memetakan status penguasaan dan pola pengelolaan lahan petani oleh perusahaan transnasional di Kabupaten Magelang dan Kabupaten Grobogan.  Hasil yang diharapkan, menemukan lokasi dan sampel benih jagung unggul/PRG dan peta sebaran atau lokasi tanamnya di Kabupaten Magelang dan Kabupaten Grobogan.  Metodologi, p engumpulan data sekunder meliputi informasi daftar perusahaan yang beroperasi, informasi data luas produksi pangan/jagung di wilayah Kabupaten Magelang dan Kabupaten Grobogan. Pengumpulan data primer, pola hubungan kerja kelompok tani/petani dengan perusahaan benih di wilayah Kabupaten Magelang dan Kabupaten Grobogan.   ! nformasi harga  jual panen petani kepada perusahaan transnasional, kemudian harga benih yang sudah diproses dijual harga berapa di pasar.   Informasi nama/jenis benih jagung, atau contoh atau sampel benih yang dicuriga mengandung produk transgenik. (diambil contoh barang dan gambar).  Sasaran: Data sekunder, pejabat Dinas Pertanian Kabupaten Magelang dan Kabupaten Grobogan.   Hasil penelitian mahasiswa atau dosen di tempat (Magelang dan Purwodadi). Sedang data primer, ketua kelompok tani. Kegiatan pelaksanaan pengumpulan data berlangsung dari tanggal 5 – 8, Juli 2014 di sekitar Kota Magelang dan sekitar Kota Purwodadi.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x