Please download to get full document.

View again

of 20

Makalah Kodifikasi Hadis Syaiful Prawiranegara

semoga berkah
0 views20 pages
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Documenttranscript
  MAKALAH SEJARAH KODIFIKASI HADITS Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Al-Quran Hadits Dosen pengampu: M Dimas Hidayatullah, MHI Disusun oleh: 1.   Syaiful Prawiranegara (190201065) 2.   Liwaul Azizi Azri Hikal (190201066) 3.   Ardiaan Pratama (190201067) 4.   Fedi Habiel (190201092) FAKULTAS SYARI’AH   HUKUM EKONOMI SYARI’AH  UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM 2019  1 BAB I PENDAHULUAN A.   Latar Belakang Hadis nabi merupakan sumber ajaran agama Islam yang kedua setelah Al- Quran. Hadis adalah ucapan (qauli) dan tindakan (fi’li) serta sikap dan kesan (taqrir) Nabi Muhammad SAW terhadap sesuatu. Hadis dalam risalah Islam merupakan teladan yang wajib diikuti. Sebagian besar hadis diriwayatkan secara lisan oleh sahabat kepada generasi penerus mereka para tabi’in.  Membicarakan sejarah pertumbuhan dan perkembangan hadis bertujuan untuk mengangkat fakta dan peristiwa yang terjadi pada masa Rasulullah SAW, masa sahabat, masa tabi’in, dan masa -masa berikutnya. Usaha mempelajari hal ini diharapkan dapat menggambarkan sikap dan tindakan umat Islam, khususnya para ulama ahli hadis terhadap hadis serta usaha  pembinaan dan pemeliharaannya tiap periode. 1  Pengetahuan tentang sejarah perkembangan hadis dan kodifikasinya sangat penting bagi mahasiswa, agar mereka memiliki pemahaman yang utuh dan komprehensif mengenai hakekat hadis dan sumber-sumber rujukannya. 2  Oleh karena itu, agar mengetahui lebih lanjut mengenai perkembangan hadis, maka dalam makalah ini akan diuraikan mengenai kodifikasi hadis lebih lengkap. B.   Rumusan Masalah 1.   Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan hadis pada masa Rasul? 2.   Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan hadis pada masa sahabat? 3.   Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan hadis pada masa tabi’in?  4.   Bagaimana awal mula dan proses kodifikasi hadis? 1 Mudasir.  Ilmu Hadis . (Bandung: Pustaka Setia. 1999). H. 87 2 Octoberrinsyah, dkk.  Al-Hadis . (Yogyakarta: Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga. 2005). H. 29.  2 BAB II PEMBAHASAN A.   Pengertian Hadis, Sunnah, Khabar, dan Atsar Ada tiga kata yang dijadikan makna dari hadis itu sendiri, yaitu: 1.   Khabar  –   Ini artinya warta atau berita, dalam istilahnya ini banyak diartikan dengan segala sesuatu yang diperbincangkan atau ucapan yang dipindahkan dari seseorang kepada orang lain atau yang lebih dikenal dengan “ma yatahaddatsu bihi wa yunqalu”. Dari makna ini y ang kemudian disebut perkataan “hadis Nabi”   2.   Jadid  –   Artinya baru, ini adalah lawan kata dari qadim yang berarti yang sudah lama. Jadi, hadis bisa juga diartikan dengan sesuatu yang baru jika disandarkan dalam katanya saja, kecuali jika disandarkan pada nabi maka maknanya lain lagi. 3.   Qarib  –   Bermakna yang dekat, atau yang belum lama ini berlangsung atau terjadi, misalnya dalam kalimat “haditsul ahdi bil - Islam” yang artinya orang yang baru masuk Islam. Adapun jamaknya huduts atau hidats. 4.   Jamak dari kata hadis bisa hudtsan atau hidtsan dan biasa juga disebut ahadits. Bahkan jamak yang terakhir disebut inilah yang selalu digunakan untuk mengungkapkan hadis-hadis yang bersumber dari nabi, yakni Ahaditsul Rasul. Menurut istilah dari ahli hadis, oleh al-Hafidh dalam syarah Al-Bukhary menyebukan soal pengertian hadis ini, yakni:  لا ْ أ   ص      ع   مسو    ل ْف أ و    لا ْح أ و   “Segala ucaban Nabi saw., segala perbuatannya dan juga segala keadaan  beliau.”  Sunnah ialah jalan yang dijalani, terpuji atau pun tidak. Karenanya, sesuatu tradisi yang sudah dibiasakan maka dinamai dengan sunnah walau  pun itu kebiasaan tidak baik. Salah satu dasar dari pengertian ini misalnya  pada hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, “man tsanna sunnatan hasanatan…” (Barang siapa mengadakan suatu sunnah (jalan) yang  baik…”  Dari penggalan hadis di atas memaknai kata sunnah dengan jalan.  3 Adapun menurut istilah sebagaimana pendapat para muhadditsin adalah “Segala yang disandarkan kepada Nabi saw, baik itu perbuatan, perkatann, taqrir (ketetapan), sifat, kelakuan, pengajaran, serta segala perjalanan hidup Rasul, baik itu sebelum diangkat menjadi rasul maupun sesudahnya.”  Mengenai kata sunnah yang pernah terucap dalam salah satu hadis Nabi adalah pada hadis mengenai dua hal yang telah dihadiskan oleh Rasul kepada kita yang mana ketika menyebut salah satunya, selain Al- Qur’an, menggunakan kata sunnah tersebut, yakni Sunnah Rasul-Nya. Secara bahasa Khabar artinya berita yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain. Adapun bentuk  jamaknya adalah “akhbar’. Sedang orang yang banyak menyampaikan warta dinamakan ‘khabir’.  Adapun menurut  pandangan dari ahli hadits, bahwa segala berita yang bersumber dari Nabi mamupun sahabat dan tabi’in dinamakan khabar. Bahkan ada yang mengatakan bahwa khabar ini lebih umum, dan bahkan dikatakan bahwa segala berita yang diterima dari selain Nabi saw. Itu pula sebabnya mengapa orang yang meriwayatkan hadis dinamakan ‘muhaddits’ sedang yang meriwayatkan sejarah dinamai ‘akhbary’.  Secara bahasa artinya bekas atau sisa sesuatu. Jamaknya adalah atsar dan utsur. Adapun menurut istilah, menurut kalangan ulama sama artinya dengan hadis dan khabar. Ahli hadis juga dinamai dengan atsary. Sebagian  berpendapat bahwa kalau hal tersebut datangnya dari Nabi dan selainnya maka ia dinamakan atsar, tapi bila dari Nabi saja maka itu khabar. Ini sejalan dengan pendapat At-Thahawy. Dan pendapat lain juga mengartikan bahwa atsar adalah segala yang diterima dari shabat saja. 5.   Bentuk-bentuk Hadis 1.   Hadits yang berupa ucapan (Qauli) Segala perkataan nabi baik yang berkenaan dengan ibadah maupun kehidupan sehari-hari disebut dengan hadits qauli, yaitu segala bentuk  perkataan atau ucapan yang disandarkan kepada nabi. Contoh hadits Qauli:  4 اور ( ِتّِ  ِب   ُل ْع ْا    ّِ ) مو   ىرخا   ه   “Segala amalan itu mengikuti niat (orang yang meniatkan)”. (HR. Al -Bukhari dan Muslim (   2.   Hadits yang berupa perbuatan (Fi’li)   Dimaksudkan dengan fi’li adalah segala perbuatan yang disandarkan kepada nabi seperti cara nabi melaksanakan sholat, wudhu, dll, yang disampaikan kepada umat I slam melalui sahabat. Contoh hadits Fi’li:   ) ك   نع   مو   ىرخا   هاور ( ْيِ   صُا   ْيِْُُْ أ ر        اْ ص   “Bershalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku bershalat”. (HR. Al -Bukhary dan Muslim dari Malik ibn Huwairits) 3.   Hadits yang berupa persetujuan (Taqriri) Tidak semua materi hadits secara utuh berasal dari nabi, baik berupa perkataan dan perbuatan. Sebagiannya adalah perkataan atau perbuatan sahabat, baik yang dilakukan didepan nabi atau sebelum itu yang kemudian dikonfirmasi kepada nabi. Contoh hadits Taqriri: Diriwatkan oleh Al-Bukhari dan Imam Muslim bahwa sahabat Khalid bin Walid memakan dhab (sejenis biawak) yang kemudian dihidangkan kepada Nabi saw, akan tetapi Nabi enggan untuk memakannya. Lalu sebagian sahabat (Khalid) bertanya: “Apakah kita diharamkan makan dhab, wahai Rasulullah?” Nabi saw menjawab :   ق   ِضْر ا   ِف   سْ ُّِ و     ل  ح   ُّِ ف   اْُُ   يِْ   “Tidak, hanya saja binatang ini tidak ada di negeriku (oleh karena itu aku tidak suka memakannya). Makanlah, sesungguhnya dia (dhab) halal”. (HR. Al-Bukhary dan Muslim) 4.   Hadits yang berupa hal ihwal (Ahwali) Hadits ahwali adalah sesuatu yang berasal dari nabi yang berkenaan dengan kondisi fisik, akhlaq, dan kepribadiannya. Contoh hadits Ahwali:
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x