Please download to get full document.

View again

of 11

METODE ELIMINATION AND CHOICE TRANSLATION REALITY (ELECTRE) DAN FUZZY KURVA-S UNTUK PEMILIHAN RUMAH DI KOTA MEDAN

Abstrak. Pemilihan rumah merupakan salah satu hal yang tidak mudah dilakukan. Masalah yang sering dihadapi ketika memilih rumah adalah banyaknya alternatif rumah yang tersedia yang membuat masyarakat bingung, faktor-faktor tertentu seperti harga,
0 views11 pages
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Documenttranscript
  Prosiding Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi Informasi - 3 ISSN: 2548-4540 Samosir, 11-12 November 2016 584 METODE  ELIMINATION AND CHOICE TRANSLATION REALITY (ELECTRE) DAN  FUZZY KURVA-S UNTUK PEMILIHAN RUMAH DI KOTA MEDAN Zakarias Situmorang 1*  dan Arina Prima Silalahi 2*   1 Fakultas Ilmu Komputer –  Unika Santo Thomas SU 2 Pascasarjana, Teknik Informatika –  Universitas Sumatera Utara Email: zakarias65@yahoo.com; primaarinasilalahi@gmail.com  Abstrak.  Pemilihan rumah merupakan salah satu hal yang tidak mudah dilakukan. Masalah yang sering dihadapi ketika memilih rumah adalah banyaknya alternatif rumah yang tersedia yang membuat masyarakat bingung, faktor-faktor tertentu seperti harga, ruangan, ukuran rumah dan luas tanah. Untuk mengatasi masalah tersebut, dibutuhkan sebuah sistem pendukung keputusan. Dimana sistem akan membantu masyarakat mendapatkan informasi dari data yang telah diproses secara relevan sehingga memudahkan masyarakat dalam mengambil keputusan lebih cepat dan akurat. Salah satu metode pendukung keputusan adalah Elimination and Choice Translation Reality (ELECTRE). ELECTRE merupakan metode pengambilan keputusan multikriteria berdasarkan pada konsep outranking dengan menggunakan perbandingan berpasangan dari alternatif-alternatif berdasarkan setiap kriteria yang sesuai. Penerapan Fuzzy Kurva-S juga dilakukan untuk membantu penetuan bobot alternatif. Penyediaan sistem ini dimungkinkan masyarakat bisa memilih rumah sesuai yang diinginkan.  Kata kunci:  sistem pendukung keputusan, ELECTRE,Fuzzy Kurva-S, rumah PENDAHULUAN Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk setiap tahunnya maka perkembangan dari sektor pembangunan properti semakin meningkat. Pembangunan propertiadalah harta berupa tanah dan  bangunan serta sarana dan prasarana yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanah/bangunan. Aktivitas manusia tidak terlepas dari sektor properti terutama tempat tinggal seperti rumah, kost, apartemen dan rumah yang difungsikan sebagai tempat berlindung. Bagaimanapun kondisi ekonomi yang sedang terjadi, setiap orang harus memiliki tempat tinggal untuk memenuhi kebutuhan primernya. [1] Dalam menentukan tempat tinggal khususnya rumah, yang tepat dan sesuai dengan keinginan tentu tidak mudah karena ketika memilih rumah tentu ada pertimbangan khusus seperti faktor harga, ruangan, ukuran rumah dan luas tanah. Dengan banyaknya faktor yang menjadi pertimbangan membuat masyarakat bingung untuk memilih rumah yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Masyarakat perlu memikirkan dengan matang agar dapat menetapkan pilihannya dengan perasaan puas. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dibutuhkan sebuah sistem yang diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengambil keputusan. Salah satu caranya adalah dengan membangun sistem pendukung keputusan untuk memilih rumah. Sistem pendukung keputusan ini dirancang untuk membantu masyarakat dalam memilih rumah yang diinginkan dari berbagai pilihan rumah yang ada  berdasarkan faktor-faktor yang telah ditentukan. Sistem ini juga menjanjikan proses penilaian lebih baik karena penerapan Fuzzy Kurva-S sebagai penentu bobot alternatif. Untuk itu diperlukan metode  ELECTRE untuk pemilihan rumah, dengan kriteria-kriteria yang digunakan adalah harga, lokasi, desain rumah, ruangan, ukuran rumah dan luas tanah melaui penerapan Bobot Alternatif menggnakan Fuzzy Kurva-S. Dengan sistem pendukung keputusan ini, ka pemilihan rumah menggunakan Metode  ELECTRE, menerapkan Fuzzy Kurva-S sebagai penentu bobot alternatif dan membantu masyarakat dalam penentuan keputusan yang cepat dan tepat dalam memilih rumah, dan dapat memberikan solusi alternatif untuk pengambilan keputusan pada masyarakat yang sedang mencari rumah yang sesuai dengan kriteria yang diharapkan.   LANDASAN TEORI Sistem Pendukung Keputusan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau  Decision Support System (DSS) didefinisikansebagai suatu sistem informasi untuk membantumanajer level menengah untuk proses pengambilankeputusan setengah terstruktur ( semi structured  )supaya lebih efektif dengan menggunakan model-modelanalisis dan data yang tersedia.[2] Sistem Pendukung Keputusan (SPK) mulaidikembangkan pada tahun 1960-an, tetapi istilahSistem Pendukung Keputusan itu sendiri baru munculpada tahun 1971, yang diciptakan oleh G. AnthonyGorry dan Micheal S.Scott Morton. Hal itu mereka lakukan dengantujuan untuk menciptakan kerangka kerja gunamengarahkan aplikasi komputer kepada pengambilankeputusan manajemen. Sementara itu, perintis  Prosiding Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi Informasi - 3 ISSN: 2548-4540 Samosir, 11-12 November 2016 585 sistem pendukung keputusan yang lain, yaitu Peter G.W. Keen yang bekerja sama dengan Scott Morton telah mendefenisikan tiga tujuan yang harus dicapai oleh sistem pendukung keputusan, yaitu:   1.   Sistem harus dapat membantu manajer dalam membuat keputusan guna memecahkan masalah semi terstruktur. 2.   Sistem harus dapat mendukung manajer, bukan mencoba menggantikannya. 3.   Sistem harus dapat meningkatkan efektivitaspengambilan keputusan manajer. Tujuan-tujuan tersebut mengacu pada tigaprinsip dasar sistem pendukung keputusan (Kadarsah,1998),  yaitu: 1.   Struktur masalah: untuk masalah yang terstruktur, penyelesaian dapat dilakukan denganmenggunakan rumus-rumus yang sesuai,sedangkan untuk masalah terstruktur tidak dapatdikomputerisasi. Sementara itu, sistem pendukungkeputusan dikembangkan khususnya untukmenyelesaikan masalah yang semi terstruktur. 2.   Dukungan keputusan: sistem pendukungkeputusan tidak dimaksudkan untuk menggantikan manajer, karena komputer beradadi bagian terstruktur, sementara manajer beradadibagian tak terstruktur untuk memberikanpenilaian dan melakukan analisis. Manajer dankomputer bekerja sama sebagai sebuah timpemecah masalah semi terstruktur. 3.   Efektivitas keputusan: tujuan utama dari sistempendukung keputusan bukanlah mempersingkat  waktu pengambilan keputusan, tetapi agar keputusan yang dihasilakn dapat lebih baik (Oetomo, 2006). Himpunan Logika Fuzzy Dari Himpunan Klasik ke Himpunan  fuzzy   Misalkan Use bagai semesta pembicaraan (himpunan semesta) yang berisi semua anggota yang mungkin dalam setiap pembicaraan atau aplikasi. Misalkan himpunan tegas A dalam semesta pembicaraan U. Dalam matematika ada tiga metode atau bentuk untuk menyatakan himpunan, yaitu metode pencacahan, metode pencirian dan metode keanggotaan. Metode pencacahan digunakan apabila suatu himpunan didefinisikan denganman cacah atau mendaftar anggota-anggotanya. Sedangkan metode pencirian, digunakan apabila suatu himpunan didefinisikan dengan menyatakan sifat anggota-anggotanya (Setiadji, 2009:8). Dalam kenyataannya, cara pencirian lebih umum digunakan, kemudian setiap himpunan A ditampilkan dengan cara pencirian sebagaiberikut:  A={x ∈ U| x memenuhi suatu kondisi} (2.1) Metode keanggotaan adalah metode yang mempergunakan fungsi keanggotaan nol-satu yang dinyatakan sebagai μ  A(x). μ  A(x)=   ,  ∈ A ,  ∉ A (2.2) Fungsi Keanggotaan Jika X adalah himpunan objek-objek yang secara umum dinotasikan dengan x, maka himpunan  fuzzy  A di dalam X didefinisikan sebagai himpunan pasangan berurutan (Jang dkk ,1997:14):  A={(x, μ  A(x)) | x ∈ X} (2.3) μ  A(x) disebut derajat keanggotaan dari x dalam A, yang mengindikasikan derajat x berada di dalam  A  .[9]  Dalam himpunan  fuzzy terdapat beberapa representasi dari fungsi keanggotaan, salah satunya yaitu representasi linear. 1.   Representasi linear, pemetaan input ke derajat keanggotaannya digambarkan sebagai suatu garis lurus. 2.   Representasi segitiga (triangular) 3.   Representasi Trapesium 4. Representasi Bentuk Bahu Daerah yang terletak di tengah-tengah suatu variabel yang direpresentasikan dalam bentuk segitiga, pada sisi kanan dan kirinya akan naik dan turun. 5. Representasi Bentuk Kurva S Kurva PERTUMBUHAN dan PENYUSUTAN merupakan kurva-S atau sigmoid yang berhubungan dengan kenaikan dan penurunan permukaan secara tak linear. Kurva-S untuk PERTUMBUHAN akan  bergerak dari sisi paling kiri (nilai keanggotaan = 0) ke sisi paling kanan (nilai keanggotaan = 1). Fungsi keanggotaannya akan tertumpu pada 50% nilai keanggotaannya yangsering disebut dengan titik infleksi. Kurva-S untuk PENYUSUTAN akan bergerak dari sisi paling kanan (nilai keanggotaan = 1) ke sisi paling kiri (nilai keanggotaan = 0).  Prosiding Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi Informasi - 3 ISSN: 2548-4540 Samosir, 11-12 November 2016 586 Fungsi keanggotaan pada kurva Pertumbuhan adalah: S (x, α, β,  ) = 02((α)/(γα))  →≤→≤ ≤ 12(()/((γα))  1→≤ ≤ →  Sedangkan Fungsi keanggotaan pada kurva Penyusutan adalah: S (x, α, β,  ) = 112(()/((γα))  →≤→≤ ≤ 2((α)/(γα))  0→≤ ≤ →  Kurva-S didefinisikan dengan menggunakan 3 parameter, yaitu: nilai keanggotaan nol ( α), nilai keanggotaan lengkap (  γ), dan titik infleksi atau crossover ( β)  yaitu titik yang memiliki domain 50% benar. 6. Representasi Bentuk Lonceng (  Bell Curve ) Untuk merepresentasikan bilangan fuzzy, biasanya digunakan kurva berbentuk lonceng. Kurva  berbentuk lonceng ini terbagi atas tiga kelas, yaitu: a.   Himpunan fuzzy PI,  b.   Kurva Beta c.   Kurva Gauss.  Elimination and Choice Translation Reality (  ELECTRE  ) Menurut Janko dan Bernoider (2005:11),  ELECTRE merupakan salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria berdasarkan pada konsep outranking dengan menggunakan perbandingan  berpasangan dari alternatif-alternatif berdasarkan setiap kriteria yang sesuai. Metode electre digunakan pada kondisi dimana alternatif yang kurang sesuai dengan kriteria dieliminasi, dan alternative yang sesuai dapat dihasilkan. Dengan kata lain, electre digunakan untuk kasus-kasus dengan banyak alternatif namun hanya sedikit kriteria yang dilibatkan.[7] Suatu alternatif dikatakan mendominasi alternatif yang lainnya jika satu atau lebih kriterianya melebihi (dibandingkan dengan kriteria dari alternatif yang lain) dan sama dengan kriteria lain yang tersisa (Kusumadewi dkk,2006). 1.   Normalisasi matriks keputusan. Dalam prosedur ini, setiap atribut diubah menjadi nilai yang comparable . Setiap normalisasi dari nilai dapat dilakukan dengan rumus :      ∑ = , untuk i = 1,2,3,…,m dan j = 1,2,3,…,n. Sehingga diperoleh matriks R hasil normalisasi :   [      …    …  ⋮    …  ]  R adalah matriks yang telah dinormalisasi, dimana m menyatakan alternatif, n menyatakan kriteria dan adalah normalisasi pengukuran pilihan dari alternatif ke-i dalam hubungannya dengan kriteria ke-j. 2.   Pembobotan pada matrik yang telah dinormalisasi. Setelah di normalisasi, setiap kolom dari matrik R dikalikan dengan bobot-bobot (Wj) yang ditentukan oleh pembuat keputusan. Sehingga weighted normalized   matrix adalah V=RW yang ditulis dalam rumus : V = R . W , dimana W adalah :  Prosiding Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi Informasi - 3 ISSN: 2548-4540 Samosir, 11-12 November 2016 587 [      …    …  ⋮    …  ][            …        …    ⋮        …    ]   Dimana W adalah matriks pembobotan, R matriks yang telah dinormalisasi dan V matriks hasil perkalian antara matriks pembobotan dan matriks yang telah dinormalisasi.  W = [  00… 0  …0⋮00…  ]  3.   Menentukan Concordance  dan discordance  index. Untuk setiap pasang dari alternatif k dan l (k,l = 1,2,3,...,m dan k ≠ l) kumpulan kriteria J dibagi menjadi dua himpunan bagian, yaitu Concordance  dan discordance . Sebuah kriteria dalam suatu alternatif termasuk Concordance  jika :    {,     }, 1,2,3,…,.  Sebaliknya, komplementer dari himpunan bagian concordance adalah himpunan discordance, yaitu  bila:    {,     }, 1,2,3,…,.  4.   Hitung matriks Concordance  dan discordance . a.   Concordance . Untuk menentukan nilai dari elemen-elemen pada matriks Concordance  adalah dengan menjumlahkan bobot-bobot yang termasuk dalam himpunan Concordance , secara matematisnya adalah :   ∑ ∈    b.    Discordance  Untuk menentukan nilai dari elemen-elemen pada matriks discordance  adalah dengan membagi maksimum selisih nilai kriteria yang termasuk ke dalam himpunan discordance  dengan maksimum selisih nilai seluruh kriteria yang ada, secara matematisnya adalah :       −    ∈    −    ∀  5.   Menentukan matriks dominan Concordance  dan discordance . a.   Concordance . Matriks F sebagai matriks dominan Concordance  dapat dibangun dengan menggunakan bantuan nilai threshold  , yaitu dengan membandingkan setiap nilai elemen matriks Concordance  dengan nilai threshold  .     dengan nilai threshold   (  ) adalah :   = ∑∑ == (−)  sehingga elemen matriks F ditentukan sebagai berikut :    1,    0,    C b.    Discordance . Matriks G sebagai dominan discordance  dapat dibangun dengan menggunakan  bantuan nilai threshold  , yaitu : d = ∑∑ ==  ( −)  elemen matriks G dapat ditentukan sebagai berikut :   1,    0,    d 6.   Menentukan aggregatedominance  matrix. Matriks E sebagai aggregatedominance  matrix adalah matriks yang setiap elemennya merupakan perkalian antara elemen matriks F dengan elemen matriks G dirumuskan sebagai berikut :            7.   Eliminasi alternatif   yang less favourable. Matriks E memberikan urutan pilihan dari setiap alternatif,  yaitu bila   1  maka alternatif     merupakan pilihan yang lebih baik daripada     . Sehingga baris dalam matriks E yang memiliki jumlah   1  paling sedikit dapat dieliminasi. Dengan demikian alternatif terbaik adalah yang mendominasi alternatif lainnya. (Jurnal Sistem Pendukung Keputusan Pengangkatan Kepala Sekolah Rayon YP.GKPS Dengan Metode  Elimination and Choice Translation  Reality  (  ELECTRE  ), Arif).   METODE  Analisa Masalah  Prosiding Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi Informasi - 3 ISSN: 2548-4540 Samosir, 11-12 November 2016 588  Analisa masalah dapat dikatakan sebagai suatuproses untuk menemukan penyebab masalah. Dalam melakukan pemilihan rumah, masyarakat kesulitan untuk mempertimbangkan beberapa rumah sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan dan diinginkan. Sehingga proses pemilihan membutuhkan waktu yang lama, dan harusbenar-benar teliti apabila alternatif rumah memilikijumlah nilai yang sama.  Analisa Kriteria  Dalam proses perhitungan ini, dibutuhkan kriteria yang akan dijadikan bahan perhitungan dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Kriteria Kriteria Keterangan C1 Harga C2 Ruangan C3 Ukuran Rumah C4 Luas Tanah Tabel 2.  Alternatif  A1 Komplek Stella Recidence  A2 Komplek Griya Syafira  A3 Komplek Bellavista Simalingkar  A4 Komplek Tasbih 2  A5 Komplek Royal Sumatera Proses Perhitungan ELECTRE Langkah-langkah perhitungan dengan metode ELECTRE digambarkan melalui diagram alir dengan langkah-langkah seperti yang terdapat pada Gambar 1. MulaiMenghitung Matriks NormalisasiMelakukan Perkalian Bobot dengan matriks ternormalisasiMenentukan Himpunan Concordance  dan  Disordance Menentukan Matriks Concordance  dan  Disordance Menentukan Matriks Domain Concordance  dan  Disordance Menghitung  Aggregate  Dominance  MatriksEliminasi Alternatif yang Ambil keputusan dengan mengklasifikasikan Alternatif kedalam dua kelompok (Kelompok diterima dan tidak diterima)Tampilkan KeputusanSelesaiPenentuan Bobot alternatif Ambil bobot tiap kriteria   Gambar 1 . Kerangka Kerja Metode  ELECTRE
Advertisement
MostRelated
View more
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x