Please download to get full document.

View again

of 6

PEMERIKSAAN SPERMA

PEMERIKSAAN SPERMA
0 views6 pages
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Documenttranscript
  PEMERIKSAAN SPERMA  Nama : Herlambang Putra Satria  NIM : 061711052 Kelompok : 6  Judul : Pemeriksaan Sperma Tujuan : Untuk mengetahui dan melakukan analisi sperma secara mikroskopis dan makroskopis Metode Pemeriksaan : makroskopis dan mikroskopis Prinsip : Dasar Teori : Cairan yang diejakulasikan pada saat orgasme, yakni semen (air mani), mengandung sperma dan sekret vesikula seminalis, prostat, kelenjar Cowper, dan mungkin kelenjar uretra. Volume rerata per ejakulat adalah 2,5-3,5 mL setelah beberapa hari tidak dikeluarkan. Volume semen dan hitung sperma menurun cepat bila ejakulasi  berkurang. Walaupun hanya diperlukan satu sperma untuk membuahi ovum, setiap milliliter semen normalnya mengandung 100 juta sperma. Lima puluh persen pria dengan hitung sperma 20-40 juta/mL dan pada dasarnya, semua pria dengan nilai hitung yang kurang dari 20 juta/mL dianggap mandul. Adanya banyak spermatozoa yang immotil atau cacat  juga berkorelasi dengan infertilitas. Prostaglandin dalam semen, yang sebenarnya berasal dari vesikula seminalis, kadarnya cukup, namun fungsi turunan asam lemak in di dalam semen tidak diketahui. Sperma manusia bergerak dengan kecepatan sekitar 3 mm/menit melintasi saluran genitalia wanita. Sperma mencapai tuba uterina 30-60 menit setelah kopulasi. Pada beberapa spesies, kontraksi organ wanita mempermudah transportasi sperma ke tuba uterina, namun tidak diketahui apakah kontraksi semacam itu penting pada manusia. Sel sperma adalah gamet jantan, atau sel-sel yang berfungsi dalam reproduksi generatif, sebelum pembuahan. Gamet bergabung dengan gamet lain, dalam hal ini sel telur perempuan, untuk membentuk zigot. Sebuah zigot adalah ovum, atau telur, setelah pembuahan. Sperma adalah singkatan dari spermatozoon, dan spermatozoa dalam bentuk jamak. Pada mamalia, sel sperma diproduksi di testis laki-laki. Testis, atau testis, menghasilkan lebih dari 4 juta sperma baru setiap jam. Sel-sel sperma yang dihasilkan oleh pembelahan sel yang disebut meiosis, yang menghasilkan masing-masing sel sperma memiliki 23 kromosom, yang merupakan setengah dari kromosom yang ditemukan di setiap sel lainnya dalam tubuh manusia kecuali untuk telur wanita, yang juga mengandung hanya 23. Ketika bergabung, namun, mereka membuat syarat 46  kromosom, sepasang terdiri dari satu kromosom dari laki-laki dan satu dari perempuan, diperlukan untuk perkembangan yang sehat. Morfologi sperma menunjukkan persentasi bentuk abnormal yang ditemukan dalam semen. Terdapat dua klasifikasi yang digunakan untuk menentukan morfologi sperma yaitu berdasarkan kriteria WHO, dan kriteria  Kruger’s strict  . Teratozoospermia (<15% morfologi normal sperma) dapat terjadi    pada keadaan demam, varikokel, dan stress. Struktur sel-sel sperma meliputi kepala yang mengandung enzim yang dirancang untuk membantu sel menembus sel telur. Sedangkan telur manusia sangatlah kecil, gamet pria jauh lebih kecil, dan dinding luar sel telur pada dasarnya adalah sebuah dinding tak tertembus tanpa enzim untuk membantu sel-sel membuat jalan masuk. Daerah yang memanjang dari kepala disebut flagela dan bertindak untuk menghidupkan sel-sel ketika mereka bergerak melalui saluran reproduksi. Ekor ini nantinya akan mengantarkan ke tujuan mereka. Alat dan Bahan : Alat yang digunakan pada pemeriksaan sperma yaitu seperti kamar hitung improved Neobauer, mikroskop, objek glass, deck glass, piet ukur, stop watch, tabung reaksi, gelas ukur/ tabung kerucut kaca dan mikropipet. Selain alat itu juga yang disiapkan seperti bahan reagen  pengenceran preparat, gimsang ( romovxky-Giemsang ), aquades & methanol, kertas ph dan NaCl sempel yang digunakan Cairan Sperma. Cara Kerja : yang harus dilakukan lebih dahulu yaitu pengambilan spemel dengan persiapkan wadah lalu keluarkan sperma dilakukan dengan cara menstrubasi pemakaian kondom dan coitas instruptas tidak disarankan karna bisa merusak struktur pada sperma tersebut, sebaiknya dilakukan disebuah kamar yang tenang, sperma yang tidak lengkap sebaiknya tidak diperiksa, harus dilindungi dari suhu yang ekstrim ( < 20 0 c atau > 40 0 c ) selama prosespengiriman ke laboratorium, wadah harus diberi nama  pasien, lama abstinensia, tanggal dan waktu pengeluaran serta cara  pengeluarannya.    Pemeriksaan secara makroskopis 2 ml dengan ukur mengunakan gelas ukur, cium baunya, warnanya, ph mengunakan kertas ph dengan cara celupkan kertas ph selama 30 detik lalu baca dengan kertas standar. Hasil :  Pembahasaan : Dari hasil praktikum didapatkan warna sperma yang putih , hal ini menunjukkan bahwa warna sperma normal karena warna sperma yang normal adalah seperti lem kanji encer yaitu putih keabu-abuan. Didapatkan volume sperma yaitu 0,5 ml, hal ini dikarenakan waktu pemeriksaan dengan dikeluarkannya sperma jaraknya lebih dari 2 jam, sehingga sperma encer, karena normal volume sperma adalah 2-3 ml. Bau sperma dari Tn. Herlambang khas. pH sperma yaitu 7,0. Normal pH sperma adalah 7,2 sampai 7,8. Didapatkan pH 7,0 dimungkinkan pemeriksaan pH lebih dari 2  jam post-ejakulasi, karena pemeriksaan pH harus dilakukan secepat mungkin post-ejakulasi. pH yang rendah bisa dikarenakan adanya aktivitas spermatozoa dalam menguraikan fruktosa. Viskositas sperma Tn. Herlambang normal yaitu 3 cm. Viskositas diperngaruhi oleh enzim likuifaksi dari kelenjar prostat dan zat koagulasi dari vesikula seminalis. Motilitas sperma yaitu 82% ini menandakan motilitas sperma normal. Jumlah spermatozoa nomal yaitu 125,6 juta/ml. Didapatkan morfologi spermatozoa normal sebesar 64% dan spermatozoa abnormal sebesar 36%, kepala abnormal yaitu ada yang  panjang da nada spermatozoa dengan kepala dua. Inti spermatozoa tidak  pecah dan ekor spermatozoa ada yang pendek. Ini menunjukkan spermatozoa normal, karena menurut literatur semen normal 60-70% dan abnormal 30-40%.. Kesimpulan : Dari hasil praktikum didapatkan kesimpulan bahwa sperma tuan herlambang pada pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis normal. Saran : Untuk pemeriksaan sperma harus sangat diupayakan agar  pemeriksaan sperma dilakukan kurang dari 1 jam post-ejakulasi agar hasil  pemeriksaan lebih maksimal dan dilakukan berulang karena kualitas sperma seorang pria berbeda-beda stiap waktunya.
Advertisement
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x