Please download to get full document.

View again

of 13

Peningkatan keterampilan bertanya dan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model problem based learning

Peningkatan keterampilan bertanya dan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model problem based learning
25 views13 pages
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Documenttranscript
   Jurnal Riset Teknologi dan Inovasi Pendidikan p-ISSN: 2622-4763 | e-ISSN: 2622-2159 | Vol. 2 No. 1 (Januari) 2019, Hal. 243-255   Peningkatan keterampilan bertanya dan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model  problem based learning   Evi Susilowati 1) , Suyatmi 2)   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bertanya dan hasil belajar Bahasa Indonesia melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas 2 SDN Salatiga 02. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Problem Based Learning dapat meningkatkan keterampilan bertanya dan hasil belajar. Hal ini ditunjukkan pada perolehan hasil keterampilan bertanya dengan mengacungkan tangan meningkat sebesar 64%. Keterampilan bertanya dengan tulisan meningkat sebesar 57%. Keterampilan bertanya dengan sesama teman meningkat sebesar 47%. Keterampilan bertanya antar kelompok yang mengalami peningkatan sebesar 34%. Hasil belajar bahasa Indonesia pada siklus 1 sebesar 57% meningkat menjadi menjadi 90% pada siklus 2. Kata kunci : Problem Based Learning; Keterampilan Bertanya; Hasil Belajar  Abstract:  This study aims to improve questioning skill and Indonesian language learning outcomes through the application of Problem Based Learning models. The type of research used is classroom action research with two cycles through the planning, acting, observing and reflectioning stage.   The results show that the application of Problem   Based Learning can improve questioning skills and learning outcomes.   This is shown in obtaining the results of asking skills by raising hands by   64%. Questioning skills with writing increased by 57%. Asking skills with    friends increase by 47%. Similarly, inter-group questioning skills   experienced an increase of 34%. The results of learning Indonesian in the first cycle of 57% increased to 90% in cycle 2.   Keywords : problem based learning, questioning skill, learning outcome 1  Pendidikan Profesi Guru SD, UKSW, Salatiga, Indonesia, 952017029@student.uksw.edu  2  SDN Salatiga 02, Jl. Diponegoro No. 17, Salatiga, Indonesia    Evi Susilowati , Peningkatan keterampilan bertanya dan hasil belajar peserta didik melalui  penerapan model problem based learning   A.   Pendahuluan Pendidikan sebagai bagian integral kehidupan masyarakat di era global harus dapat memberi dan memfasilitasi bagi tumbuh dan berkembangnya keterampilan intelektual, sosial, dan personal. Kurikulum 2013 merupakan upaya pemerintah guna memfasilitasi kebutuhan tersebut. Hal ini sesuai dengan paparan wakil menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia, “semua mata pelajaran pada kurikulum 2013 harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan  pengetahuan”   (Kurniasih, 2014: 28). Dalam pelaksanaannya, kurikulum 2013 mengimplementasikan sebuah proses pembelajaran yang terintegrasi antar muatan pelajaran yang disebut dengan pembelajaran tematik. Menurut Indriyani (2015: 3) pembelajaran tematik memerlukan sebuah pendekatan saintifik untuk menjadikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (students centered).  Implementasi pendekatan saintifik terdiri atas lima pengalaman belajar pokok yaitu: mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/ eksperimen, mengasosiasikan/ mengolah informasi, dan mengkomunikasikan (Kurniasih, 2014: 67). Salah satu aspek dari pendekatan saintifik yang perlu dikuasai peserta didik yaitu keterampilan bertanya. Bertanya merupakan kegiatan mengomunikasikan ide dan pemikiran melalui sebuah pertanyaan. Keterampilan bertanya merupakan salah satu indikator paham tidaknya peserta didik dalam menangkap pembelajaran yang diberikan oleh guru. Pertanyaan yang disampaikan oleh peserta didik dapat mencerminkan seberapa jauh tingkat kemampuan kognitifnya. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Boswell dalam Prilanita (2017: 245) bahwa jenis pertanyaan kognitif seseorang mencerminkan pengetahuan dan pemahamannya secara faktual. Royani (2014: 2) menyebutkan bahwa keterampilan bertanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, yang sekaligus merupakan bagian dari keberhasilan dalam pengelolaan instruksional dan pengelolaan kelas. Melalui pengamatan aktivitas bertanya peserta didik, guru dapat mendeteksi hambatan proses berpikir pada diri peserta didik. Dengan demikian guru dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan tingkat pemahaman peserta didik. SDN Salatiga 02 merupakan salah satu sekolah dasar di wilayah Salatiga yang sudah dari awal melaksanakan pembelajaran tematik melalui rangkaian kegiatan kurikulum 2013. Oleh karena itu, SDN Salatiga 244  Jurnal Riset Teknologi dan Inovasi Pendidikan Volume 2 Nomor 1 (Januari) 2019, Hal. 243-255 02 berusaha seoptimal mungkin mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan pendekatan scientific . Hal ini sesuai dengan misi pertama sekolah, yang berbunyi “sekolah melaksanakan pembelajaran untuk membentuk peserta didik yang cerdas dan unggul melalui pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif”. Dalam implementasinya, Guru kelas II telah berusaha menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan mengaktifkan peserta didik. Berdasarkan hasil refleksi dengan guru kelas II, permasalahan yang dihadapi guru dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 antara lain: (1) proses pembelajaran tematik belum terlaksana secara utuh; (2) pembelajaran yang dilaksanakan kurang mengaktifkan peserta didik untuk bertanya, peserta didik masih enggan mengajukan pertanyaan terhadap materi yang belum mereka pahami; (3) pembelajaran yang dilaksanakan masih cenderung teacher oriented dengan guru masih lebih dominan menguasai pembelajaran; (4) materi pembelajaran cenderung hanya berpedoman pada buku peserta didik dan kurang tambahan dari berbagai sumber; (4) kurangnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan kontekstual yang sesuai dengan materi pelajaran. Permasalahan - permasalahan tersebut berdampak pada perolehan hasil belajar pada Penilaian Tengah Semester (PTS) Semester dua pada kelas II yang masih ada dibawah KKM yang ditentukan, yaitu pada muatan Bahasa Indonesia dari 43 peserta didik hanya 29 (67%) peserta didik yang tuntas dan pada muatan Matematika hanya 21 (48%) peserta didik yang tuntas. Dampak lainnya yaitu rendahnya keterampilan bertanya peserta didik. Pada saat peneliti mengobservasi proses pembelajaran di kelas, hampir semua peserta didik tidak mau bertanya ketika diberikan kesempatan bertanya oleh guru. Rendahnya tingkat antusias siswa untuk bertanya juga dibenarkan oleh guru kelas 2, Suyatmi, S.Pd. Beliau berpendapat bahwa peserta didik kelas 2 cenderung masih enggan bertanya walaupun sebenarnya mereka tidak paham terhadap materi yang disampaikan guru. Menindaklanjuti permasalahan dari hasil refleksi tersebut, peneliti dan tim kolaborator sepakat bahwa permasalahan tentang rendahnya keterampilan bertanya dan hasil belajar peserta didik merupakan permasalahan yang penting untuk segera diselesaikan. Dari banyaknya penelitian yang telah dilaksanakan, masih kurangnya sumber yang menyoroti tentang keterampilan bertanya, khususnya di tingkat sekolah dasar. Padahal permasalahan ini menjadi penting untuk diselesaikan karena keterampilan bertanya merupakan salah satu aspek dari scientific  dalam pelaksanaan kurikulum 2013. Aspek scientific  meliputi 5 M yakni mengamati, menanya, mengomunikasikan, menalar, dan mencoba. Sebagai salah satu aspek scientific , keterampilan bertanya perlu dimiliki 245  Evi Susilowati , Peningkatan keterampilan bertanya dan hasil belajar peserta didik melalui  penerapan model problem based learning   peserta didik agar mampu membangun pengetahuan sendiri seperti yang diharapkan dari pembelajaran pada kurikulum 2013. Berdasarkan uraian di atas peneliti bersama tim kolaborator ingin menerapkan model  problem based learning untuk meningkatkan keterampilan bertanya dan hasil belajar peserta didik kelas II SDN Salatiga 02. Problem based learning  adalah model pembelajaran yang membelajarkan peserta didik untuk memecahkan masalah dan merefleksikannya dengan pengalaman mereka, sehingga memungkinkan dikembangkannya keterampilan berpikir (penalaran, komunikasi dan koneksi) dalam memecahkan masalah yang bermakna, relevan dan kontekstual. Menurut Hmelo-Silver dalam Nafiah (2014: 129) Problem based learning  adalah seperangkat model mengajar dimana fokus pembelajarannya terletak pada penyelesaian suatu masalah. Pemilihan model  problem based learning k  arena model ini memiliki kelebihan sebagai berikut: (1) menantang kemampuan peserta didik memberi kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi peserta didik; (2) meningkatkan aktivitas pembelajaran peserta didik; (3) membantu peserta didik bagaimana mentrasfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata; (4) merangsang perkembangan kemajuan berfikir peserta didik untuk menyelesaikan masalah yang secara tepat. Poin keunggulan model  problem based learning tersebut   memiliki pengertian yang sangat luas mengenai tindakan yang peneliti ambil untuk mengatasi permasalahan kemampuan bertanya peserta didik. Pada point ke-2 disebutkan bahwa model Problem based learning dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran peserta didik. Keaktifan peserta didik dalam hal ini dibatasi pengertian keaktifan tersebut dalam hal kemampuan peserta didik dalam mengaktifkan dirinya dalam proses di dalam kelas untuk bertanya. Oleh karena itu, peneliti memilih tindakan tersebut untuk meningkatkan kemampuan bertanya dasar, karena pada hakikatnya model ini peserta didik dituntut untuk menemukan sendiri sebuah masalah dan memecahkan masalah dan pasti mereka butuh bertanya dalam mencari masalah dan memecahkan masalah yang sedang mereka selesaikan dalam pembelajaran. Beberapa penelitian mengenai model  problem based learning membuktikan bahwa model  problem based learning dapat meningkatkan pembelajaran dan berpengaruh positif terhadap keterampilan bertanya dan hasil belajar peserta didik. Beberapa penelitian yang mendukung penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Astuti, W (2018) yang berjudul Peningkatan Keterampilan Bertanya Melalui Penerapan Pembelajaran Model Problem Based Learning  Siswa Kelas V Di SDI At-  246  Jurnal Riset Teknologi dan Inovasi Pendidikan Volume 2 Nomor 1 (Januari) 2019, Hal. 243-255 Taqwa Pamulang Tahun Ajaran 2017/2018. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa penggunaan model  problem based learning  dapat meningkatkan keterampilan bertanya peserta didik. Adapun penelitian yang menunjukkan keberhasilan penerapan  problem based learning  dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik adalah penelitian yang dilakukan oleh Parasamya dan Wahyuni (2017) menyatakan bahwa penerapan model  problem based learning  dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Berdasarkan uraian di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: “Apakah model Problem Based Learning  (PBL) dapat meningkatkan keterampilan bertanya dan hasil belajar Bahasa indonesia di kelas II SD Negeri Salatiga 02?”. B.   Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan tujuan untuk meningkakan keterampilan bertanya dan hasil belajar peserta didik. Desain penelitian ini menggunakan model dari Kemmis dan M. Taggrat (1993) (Tampubolon 2014:154). Penelitian ini dilaksanakan dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perancanaan tindakan (planning) , pelaksanaan tindakan (acting) , observasi (observing) , dan refleksi (reflecting) . Desain penelitian dapat dilihat pada bagan berikut. Siklus 1 Siklus 2 Gambar 1.  Desain siklus PTK Model Kemmis S dan Mc. Taggart (Tampubolon 2014:155) Planning Reflecting  Acting Observing Replanning Reflecting  Acting Observing 247
Advertisement
MostRelated
View more
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x