Please download to get full document.

View again

of 14

PROPOSAL PENELITIAN TEMU ADMIN 2019-dikonversi (1)

PROPOSAL PENELITIAN TEMU ADMIN 2019-dikonversi (1)
0 views14 pages
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Documenttranscript
    1   PROPOSAL PENELITIAN Sinergitas Kebijakan Pemerintah Provinsi Dengan Pemerintah Kabupaten (Studi Kasus : Pengembangan Ekowisata Magrove Kabupaten Lombok Barat - NTB) Disusun Oleh: 1.   FITRIA NINGSIH:217110091 2.   DANDI WIRANTO :217110053 HIMPUNAN MAHASISWA ADMINISTRASI PUBLIK (HMPS-AP) FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMASIYAH MATARAM TAHUN 2018-2019    2   KATA PENGANTAR Puji syukur allhamdulillah peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat, rahmat, taufik dan hidayat-NYA, penyusunan penelitian ini yang berjudul Sinergitas Kebijakan Pemerintah Provinsi Dengan Pemerintah Kabupaten (Studi Kasus : Pengembangan Ekowisata  Magrove Kabupaten Lombok Barat - NTB ) dapat diselesaikan dengan baik.   Peneliti men yadari bahwa dalam proses penulisan penelitian ini banyak mengalami kendala, namun berkat bantuan , bimbingan, serta kerja sama dari berbagai pihak dan berkat dari Allah SWT sehingga kendala-kendala yang dihadapi tersebut dapat diatasi. Untuk itu peneliti menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada dosen pembimbing yang telah dengan sabar, tekun, tulus dan ikhlas meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya dalam memberikan bimbingan, motivasi, arahan, dan saran-saran yang sangat berharga pada peneliti selamaa menyusun penelitian ini. Peneliti berharap penelitian ini dapat bermanfaat bagi pembaca maupun peneliti sendiri dan dapat digunakan sebagaimana mestinya. Mataram,04 juli 2019 Peneliti.    3   DAFTAR ISI KATA PENGANTAR …………………………………………………………………  i DAFTAR ISI…………………………………………………………………………...  ii BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang ……………………………………………………….  1 1.2   Rumusan Masalah ……………………………………………………  1 1.3   Tujuan Penelitian ……………………………………………………..  1.4   Manfaat Penelitian …………………………………………………….  1.5   Luaran Penelitian……………………………………………………...  BAB II Kajian Literatur 2.1 Kebijakan …………………………………………………………….....   2.2 Sinergitas……………………………………………………………...  2.3   Pemerintah Daerah ……………………………………………………  2.4   Konsep Ekowisata …………………………………………………… .. BAB III Metode Penelitian 2.1   Metode Penelitian ………………………………………………………  2.2   Sampel Lokasi Penelitian ………………………………………………  2.3   Jenis dan Sumber Data …………………………………………………  2.4   Tekhnik Pengumpulan Data ……………………………………………  2.5   Analisis Data …………………………………………………………… . DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………  iii    4   BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Indonesia merupakan Negara dengan berjuta potensi dan keindahan alam. Kekayaan alam yang dimiliki meliputi keanekaragaman flora dan fauna yang sangat tinggi telah menjadikan negeri ini sebagai destinasi wisata yang menawarkan banyak jenis pariwisata. Selain jenis-jenis wisata yang didasarkan pada kekayaan alam, bumi nusantara ini juga menawarkan produk peradaban dari masyarakatnya berupa ragam budaya, dinamisasi pola kehidupan social dan cara berinteraksi satu sama lain. Hal-hal tersebut semakin memperkaya jenis pariwisata yang dimiliki negeri ini. Seiring berkembangnya zaman dan pemikiran, pemahaman mengenai pariwisata ikut berkembang dewasa ini. Perkembangan ini dipengaruhi oleh makna dari pariwisata itu sendiri yang terus berkembang dan mulai dipahami sebagai suatu lingkup multidimensi dan sangan terkait dari individu atau kelompok yang memaknainya. Keberadaan pariwisata yang multi dimensi dan akhirnya membuat pariwisata dapat didefinisikan dari berbagai sudut pandang. Mulai dari perkembangan zaman yang ada saat ini, lingkup aspek seperti pariwisata dilihat dari sudut bisnis, industry, akademis, spasial, dan lain sebagainya. Pariwisata yang memiliki pemahaman secara meluas, cenderung membentuk suatu system yang mengaitkan komponen-komponen satu sama lain menjadi satu system  pariwisata. Seperti yang dikemukakan oleh Jordan, 2004 bahwa “Pariwisata adalah tatanan komponen dalam industry pariwisata dimana masing-masing komponen saling berhubungan dan membentuk sesuatu yang bersifat menyeluruh. Kemudian dikemukakkan bahwa system pariwisata sebagai sebuah hasil pengelolaan aspek-aspek didalamnya meliputi alam, manusia, dan integrasi kedua memunculkan satu opini mengenai bentuk pengelolaan pariwisata yang baik dan berkelanjutan. Pemahaman ini mengedepankan nilai-nilai konservasi dalam mempertahankan kemurnian alam serta budaya masyarakat didalamnya, termasuk integrasi antara keduanya. Konsep pariwisata yang berkembang tersebut beroreantasi pada pemeliharaan kelestarian lingkungan dan mempertahankan budaya dari masyarakat setempat. Konsep ini biasa dikenal dengan sebutan ekowisata (  Ecotourism ). Ekowisata berkaitan erat dengan pariwisata berkelanjutan, yang memiliki criteria konservasi, edukasi, dan sustainability  dengan berbagai komponen didalamnya. Masyarakat    5   Ekowisata Internasional (TIES,2000) mengartikan ekowisata sebagai suatu perjalanan wisata alam yang bertanggung jawab dengan cara mengkonservasi lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat local. Ekowisata merupakan salah satu pilar utama yang digalakan oleh pemerintah dalam pembangunan dalam berkelanjutan. Beberapa tahun terakhir ini pertumbuhan ekowisata Lombok barat sangat pesat.dan semakin banyak ditemukan spot-spot ekowisata baru yang sangat unik dan menarik perhatian parawisatawan. Setiap hari kita dapat melihat melalui media cetak maupun elektronik promosi wisata. Daerah yang memiliki ekowisata tentunya akan mendapat keuntungan besar. Kawasan ekositem esensial (KEE) mangrove pertama di Nusa Tenggara Barat di bangun didaerah potensi wisata sekotong, kabupaten Lombok Barat. Area seluas 86,46 hektar ini berada di dusun bagek kembar, desa Cendi Manik atau di area teluk lembar. Di lokasi ini di sediakan area berswafoto atau selfi yang berbentuk anjungan bercabang sehingga pengunjung melihat keindahan perairan selat Lombok dan lintasan kapal feri maupun kapal wisata yang hendak berlabuh di teluk lembar. Kabupaten Lombok barat memiliki begitu banyak potensi ekowisata salah satunya yaitu ekowisata mangrove yang terdapat di Kecematan Sekotong. Objek ekowisata ini semakin banyak diminati sejak beberapa tahun terakhir. Hutan bakau yang lebat dan di Daerah ini juga terdapat rumah makan tradisional yang dapat menjadi daya tarik wisatawan unruk berkunjung. Potensi ekowisata mangrove di Kabupaten Lombok Barat selama ini belum mendapatkan perhatian serius dan belum digarap dengan baik oleh masrakat dan istansi yang terkait. Selain itu adanya alih fungsi lahan hutan bakau menjadi budi daya perkebunan oleh masrakat sekitar di bagian hulu dikwatirkan akan mengancam keberadaan ekowisata mangrove di Lombok barat. Terkait hal tersebut maka perlu adanya pengkajian secara mendalam mengenai kondisi fisik dan potensi ekowisata mangrove Di Kabupaten Lombok Barat. Untuk itu pemerintah Kabupaten/Kota perlu besinergi dengan Pemda Provinsi NTB dalam mengimplementasikan kebijkan-kebijakan pengembangan ekowisata Di Lombok Barat. Hal ini guna merencanakan pengembangan ekowisata secara berkelanjutan.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x