Please download to get full document.

View again

of 5

RESENSI BUKU MODERN ISLAMIC PARENTING

RESENSI BUKU MODERN ISLAMIC PARENTING
6 views5 pages
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Documenttranscript
    RESENSI BUKU MODERN ISLAMIC PARENTING Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah desain Program Parenting Dosen Pengampu : Uswatun Hasanah M.Pd.I Disusun Oleh: Risa Azizatul Muawanah (1701030031) JURUSAN PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO 2017/2018    RESENSI BUKU MODERN ISLAMIC PARENTING RESENSI BUKU Judul Buku : Modern Islamic parenting  Nama Penulis : Dr. Hasan Syamsi  No. ISBN : 978-602-1234 Penerbit : Aisar publishing Jumlah halaman : 312 halaman Jumlah bab : 7 BAB Tahun terbit : april 2017 Tempat Terbit : Jl.merak 52, Tuwak, Gonilian, Karstura, Sola 57162 Isi ringkasan Hampir tidak ada gaya parenting yang sempurna di dunia ini. Tapi setiap orang tua menginginkan cara yang ideal untuk menerapkannya. Meski bertahun berkecimpung di dunia  pendidikan anak, saya tetap merasa harus belajar lebih banyak. Sebab mengajari anak orang lain ternyata bisa beda ceritanya dengan mengajari anak kandung sendiri. Mendidik anak sendiri tidak hanya terbatas sekian jam di kelas, tetapi sepanjang waktu di mana pun itu. Tanggung jawabnya juga lebih berat. Konon bahkan dilaporkan kepada Allah kelak di hari akhir. Dalam proses belajar mendidik anak, tak jarang saya mengadopsi ilmu dari berbagai  buku dan artikel. Terkadang masih terpengaruh juga dengan beberapa gaya mendidik orang tua saya. Tetapi pada intinya, saya setuju anak-anak (di keluarga muslim) mestinya dibesarkan sesuai dengan nilai-nilai islami pula. Nah dari sini saya tahu, ini sedikit menantang bagi saya mengingat anak-anak tumbuh di lingkungan islami yang sedikit beragam. Maklum tinggal di Jawa, keluarga besar kami tergolong plural. Tapi tentu saya tidak mempermasalahkan keberagaman itu, karena anak-anak akan tetap tumbuh dalam dunia yang menantang di luar sana, yang perlu bagi saya sebagai orang tua, menjadi pengarah yang mampu membawa mereka pada pencerahan, dan bukan sebaliknya. Memiliki anak-anak yang mampu menjaga dirinya dan tak mudah terbawa ar  us negatif pastilah sungguh damai rasanya.“Sekiranya kamu  bersikap keras lagi kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. (Ali Imlan: 159)    Buku  Modern Islamic Parenting   yang ditulis oleh DR. Hasan Syamsi melalui  pengalamannya selama 20 tahun membesarkan anak-anak. Menjadi orang tua kan, meminjam istilah Elly Risman, nggak bisa terjun bebas. Melainkan harus belajar juga. Saya juga membacanya berulang-ulang selama beberapa minggu ini dan merasa tertarik dengan isinya. Buku ini berisi paduan mendidik anak dengan lembut sesuai ajaran Nabi namun masih relevan diterapkan di masa sekarang. Sayangnya buku ini belum terdaftar di  goodreads.  Padahal menurut saya, isinya mencakup hampir semua yang dibutuhkan para orang tua mendidik anak-anaknya untuk berkarakter islami. Secara garis besar buku ini menerangkan beberapa poin untuk dijadikan pedoman dalam membentuk anak-anak yang islami. Buku ini dibuka dengan uraian singkat terkait tanggung jawab orang tua terhadap kehidupan anak-anak termasuk juga pentingnya memposikan diri sebagai orang tua yang diidolakan anak. Sampai di sini, saya menyadari perlunya refleksi diri sebagai orang tua selama ini karena bagaimanapun orang tualah figur utama anak-anak. Mereka akan meniru dan  bertindak sesuai apa yang dilihat sejak dini. Menerapkan kebiasaan baik seperti mengucapkan tolong, maaf, dan permisi, menggosok gigi, sholat, bahkan menyukai buku meski belum bisa membacanya, mudah dilakukan ketika mereka masih berada di usia dini. Nah ternyata, mereka  pun juga peniru ulung yang belum bisa memilah baik dan buruk. Pentingnya menjaga anak-anak dari efek buruk lingkungan luar yang kurang sesuai dengan prinsip keluarga. Pada buku ini, ada banyak poin yang dibahas terkait mendidik anak secara islami, yaitu seperti: Memahami jenis mainan dan hadiah untuk anak, Pentingnya belajar menyelesaikan masalah, Menghukum dengan tepat, Pendidikan seks usia dini, Hingga pada membentuk karakter anak sejak dini. Tak hanya itu, buku ini juga merangkum hal-hal yang akan ditemui orang tua tatkala anaknya beranjak remaja dan apa yang sebaiknya dilakukan. Tak lupa, karena ini buku yang  full   mengarahkan para orang tua membentuk anak-anak yang soleh, maka di beberapa bab di  buku ini Hasan Syamsi juga menambahkan arahan mengenai bagaimana agar anak-anak kita dapat menjadi pengafal Al-Quran, salah satunya adalah meminimalisir atau malah menjauhkan mereka dari hingar bingar televisi dan  gadget.  Di akhir halaman, buku ini dilengkapi pula dengan doa agar anak-anak kita dimudahkan dalam menghafal Al-Quran. Bahasa yang dituturkan dengan ringan pada buku ini membuat pembaca mudah memahaminya. Namun menurut saya, tiap bab di buku ini dibahas dengan kurang mendalam. Tiap subbab dalam buku ini kalaupun dipecah menjadi beberapa buku pun tetap bisa. Kendati demikian, buku ini isinya     berbobot dan mudah dipahami, meskipun susunan per pembahasan sedikit acak-acakkan. Membaca buku ini ibarat sedang menyimak seorang ustadz dalam sebuah forum yang tengah sibuk menjawab seabrek pertanyaan dari para jamaah. Terkadang tidak berurutan tapi setiap  pembahasan mengandung informasi penting yang rugi kalau dilewatkan.“Kita ajarkan kepadanya bahwa dusta dan iman tidak menyatu, dan dusta kecil ataupun besar sama saja.”(h alaman, 236). Sayang ditemukan banyak kalimat negasi yang pilih penulis dalam buku yang bertema pendidikan islami ini, padahal kalimat positif lebih mudah dipahami ketimbang yang negatif. Seperti pada halamn 40-   “Ketika salah seorang teman berbuat tidak baik, jan  gan berlaku kasar dan berkata kepadanya, ‘Saya tidak ingin kau membawa perilaku burukmu ke rumah kami'”  dan kalimat selanjutnya hanya berupa “Usahakan untuk memberi penjelasan kepadanya dengan tenang.”   Pada halaman 45 bahkan hanya berisi contoh-contoh kalimat ancaman yang tidak boleh dilontarkan tanpa dilengkapi dengan alternatif kalimat yang positif yang dapat diterapkan orang tua. Namun tidak mengapa, dengan begitu, pembaca seolah diajak aktif berpikir dan kretif mencari sendiri kalimat terbaik untuk dikatakan kepada putra-putrinya. Syukurlah kalimat negatif yang sejenis hanya sebagian kecil saja di buku ini. Kelebihan : Buku ini menarik untuk dibaca dan diterapkan orang tua kepada anak-anaknya. Apalagi seperti halnya buku-buku islami lain, materinya didukung oleh pengalan surat Al-Quran dan hadist yang sahih. Kalau sudah begitu saya, jadi tambah luluh. Namun orang tua meski tak habis ikhtiarnya untuk menjadikan anak-anaknya ahli surga, perlu juga bertawakal. Sebab, hasil kan tetap saja di tangan Allah. Buku ini diperuntukkan bagi siapa pun yang membutuhkan semacam gambaran bagaimana mendidik yang tepat dan islami sesuai dengna anjuran Nabi.  Recommended   bagi orang tua, calon orang tua, atau siapa pun yang tengah berjuang mendidik anak-anak. Dalam buku ini dari awal terkesan ringan di baca karena tidak terlalu tebal. Sampulnya soft cover. Dari awal sudah dapat dirasakan ringannya karena penulis selalu membagi bahasan dibatasi dengan judul yang hanya terdiri dari beberapa paragraf pendek atau membahas topik tertentu dengan poin-poin. Beberapa pengetahuan dari buku ini pernah saya dapatkan dari buku atau sumber lain, misalnya tentang “time out”, atau “satu menit hukuman”. Tapi ketika membacanya saya merasa seperti mengulang materi dalam bentuk ringkasan. Jadi tetap tidak saya lewatkan.    Isi buku ini banyak yang sifatnya poin-poin. Dalam banyak hal, penulis juga mengaitkan praktek pendidikan yang ada di dalam buku dengan batasan-batasan syariat dan tidak lupa menyebutkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa s allam. Kekurangan : Menurut saya, dalam buku ini tiap bab di buku dibahas dengan kurang mendalam. Tiap sub bab dalam buku ini kalaupun dipecah menjadi beberapa buku pun tetap bisa. Kendati demikian, buku ini isinya berbobot dan mudah dipahami, meskipun susunan per pembahasan sedikit acak-acakkan. Membaca buku ini ibarat sedang menyimak seorang ustadz dalam sebuah forum yang tengah sibuk menjawab seabrek pertanyaan dari para jamaah. Terkadang tidak  berurutan tapi setiap pembahasan mengandung informasi penting yang rugi kalau dilewatkan. Dalam buku ini juga ditemukan banyak kalimat negasi yang pilih penulis dalam buku yang bertema pendidikan islami ini, padahal kalimat positif lebih mudah dipahami ketimbang yang negatif. Seperti pada halamn 40-   “Ketika salah  seorang teman berbuat tidak baik, jangan berlaku kasar dan berkata kepadanya, ‘Saya tidak ingin kau membawa perilaku burukmu ke rumah kami'”  dan kalimat selanjutnya hanya berupa “Usahakan untuk memberi penjelasan kepadanya dengan tenang.”   Pada halaman 45 bahkan hanya berisi contoh-contoh kalimat ancaman yang tidak boleh dilontarkan tanpa dilengkapi dengan alternatif kalimat yang positif yang dapat diterapkan orang tua. Namun tidak mengapa, dengan begitu, pembaca seolah diajak aktif berpikir dan kretif mencari sendiri kalimat terbaik untuk dikatakan kepada putra-putrinya. Syukurlah kalimat negatif yang sejenis hanya sebagian kecil saja di buku ini  
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x